Demokrat Tekan Cawapres Juni, Nasdem: Anies Bebas

Demokrat Tekan Cawapres Juni Nasdem Anies Bebas

Demokrat Desak Cawapres Dideklarasikan Juni, Nasdem: Terserah Pak Anies

Pemilihan umum 2024 makin mendekat, dan perbincangan mengenai pasangan calon presiden dan wakil presiden mulai marak didiskusikan. Beberapa partai politik sudah terlihat mempersiapkan diri menghadapi Pemilu tersebut dengan mengadakan deklarasi kandidat cawapres yang diusung. Salah satunya adalah Partai Demokrat yang telah mendesak agar deklarasi cawapres dilaksanakan pada bulan Juni 2021. Namun, Partai NasDem memiliki pandangan yang berbeda dengan Partai Demokrat.

Pada tanggal 8 Juni 2021, Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono atau yang akrab disebut SBY mengeluarkan pernyataan yang mengecam keputusan Partai NasDem yang memilih untuk menunggu keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. SBY menegaskan bahwa Partai Demokrat sudah siap untuk mengumumkan pasangan capres dan cawapres yang akan di usung dan meminta Partai Nasdem untuk segera bersikap.

Namun, Partai Nasdem justru tidak merespon tegas permintaan Partai Demokrat. Sekjen Nasdem, Johnny G. Plate mengatakan bahwa Partai NasDem menghargai proses politik yang sedang berjalan dan memilih untuk menunggu keputusan dari Pak Anies. Menurutnya, Anies memenuhi kriteria cawapres potensial yang diinginkan banyak partai.

Pernyataan dari Partai Demokrat tersebut cukup mengejutkan karena pada awalnya, mereka bersama dengan Partai Gerindra memiliki pandangan yang sama dengan Partai Nasdem dalam menjadikan Anies Baswedan sebagai cawapres. Mereka mengatakan akan menunggu keputusan dari Gubernur DKI tersebut.

Hal tersebut menjadi lebih menarik karena SBY sendiri menyatakan kepada wartawan beberapa waktu lalu bahwa dirinya mendukung Anies Baswedan sebagai sosok cawapres yang cocok mendampingi Prabowo Subianto dari Partai Gerindra. Namun sekarang SBY sudah memilah-milah kandidat cawapres potensial yang akan diusung Partai Demokrat, seperti Tri Rismaharini atau Risma mantan Wali Kota Surabaya dan Anies Baswedan tidak masuk dalam daftar tersebut.

Sementara itu, Anies Baswedan masih menunggu keputusan dari partai politik mana yang akan memilihnya sebagai cawapres. Ia sendiri tidak mempermasalahkan siapa yang akan memilihnya, karena menurutnya yang penting adalah memiliki keyakinan dan tekad yang kuat untuk membangun Indonesia ke depannya.

Hal tersebut tidak hanya menimbulkan pro dan kontra di antara partai politik saja, tetapi juga di kalangan masyarakat. Ada yang mendukung dan ada juga yang menentang, namun keputusan akhir tetap berada di tangan partai politik yang menyediakan cawapres.

Tampaknya, pesta demokrasi yang paling besar di Indonesia ini akan semakin sengit, karena semakin banyak partai politik yang memiliki tujuan yang sama untuk merebut kekuasaan di tingkat nasional tersebut. Kita tunggu saja bagaimana kelanjutan dari berita ini.

Original Post By Dmarket

Exit mobile version