Keluar Demokrat, Anies Masih Berpeluang Jadi Capres.

Keluar Demokrat Anies Masih Berpeluang Jadi Capres

Ketika berbicara tentang politik, selalu ada kemungkinan yang terbuka lebar. Salah satu potensi yang sedang menjadi sorotan di antara kalangan politikus adalah kemungkinan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk maju sebagai calon presiden pada pemilihan presiden tahun 2024 nanti.

Bahkan, beberapa pihak menyebutkan bahwa potensi Anies sebagai calon presiden semakin terbuka lebar setelah demokrat keluar dari koalisi pemerintah. Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih dalam mengenai potensi Anies sebagai capres dan dampak keluarnya Partai Demokrat dari koalisi pemerintah.

1. Konteks Demokrat Keluar dari KPP

Pengumuman Partai Demokrat untuk keluar dari KPP (Koalisi Pemerintah Pusat) pada tanggal 13 April 2021 menjadi sorotan hangat dalam dunia politik nasional. Pasalnya, selama ini Partai Demokrat dianggap sebagai salah satu pendukung utama pemerintahan Jokowi.

Namun, pernyataan kritis yang disampaikan oleh Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) terhadap pemerintahan Jokowi beberapa waktu lalu, menunjukkan bahwa ada pergeseran posisi politik dari Partai Demokrat. Kemudian, pada tanggal 12 April 2021, publik dihebohkan dengan kabar bahwa AHY dituduh melakukan makar oleh pihak kepolisian.

Pernyataan itu membuat Partai Demokrat merasa tidak nyaman dan kemudian memutuskan untuk keluar dari KPP. Keputusan itu diambil untuk menyatakan sikap kritis dan netralitas Partai Demokrat dalam berpolitik.

2. Potensi Anies Baswedan sebagai Capres

Sejak awal menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memang sudah memiliki penggemar yang cukup banyak. Keberhasilan Anies dalam menjalankan program-programnya seperti Jakarta Emas dan Smart City, membuat banyak orang merasa terinspirasi dengan kepemimpinan Anies.

Bahkan, dukungan dan popularitas Anies sebagai calon presiden mulai muncul sejak beberapa bulan terakhir. Beberapa faktor yang membuat Anies dianggap berpotensi sebagai capres antara lain karena:

– Kepemimpinan Anies yang dianggap sukses selama memimpin DKI Jakarta.
– Suara rakyat yang semakin kritis terhadap pemerintahan Jokowi.
– Anies dianggap memiliki popularitas yang cukup tinggi di kalangan millennial.
– Adanya pergeseran dinamika politik pasca keluarnya Partai Demokrat dari koalisi pemerintah.

3. Dampak Keluarnya Demokrat dari KPP terhadap Potensi Anies sebagai Capres

Keluarnya Partai Demokrat dari KPP tentu memiliki dampak yang signifikan dalam dinamika politik nasional. Salah satu dampaknya adalah kemungkinan munculnya pemilih “gratisan” yang sebelumnya memilih Jokowi hanya karena dipengaruhi oleh Partai Demokrat.

Namun, dampak yang lebih menarik perhatian adalah terbukanya peluang yang lebih besar bagi Anies Baswedan untuk maju sebagai calon presiden. Pasalnya, Anies merupakan figur politik yang netral dan tidak berada dalam barisan kubu manapun.

Hal ini membuat Anies memiliki keunggulan dalam meraih suara dari kalangan independen yang tidak terikat dengan satu partai politik tertentu. Selain itu, popularitas Anies yang semakin tinggi di kalangan millennial menjadi modal penting untuk memenangkan pertarungan di ajang pemilihan presiden nanti.

4. Tanggapan dari Kalangan Politikus Tentang Potensi Anies sebagai Capres

Meskipun potensi Anies sebagai calon presiden semakin terbuka lebar, namun masih ada beberapa kalangan yang belum sepenuhnya mendukung Anies untuk maju sebagai capres. Beberapa tanggapan dari kalangan politikus terkait hal ini adalah:

– Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto menganggap bahwa Anies memang memiliki potensi besar untuk maju sebagai calon presiden dan akan menjadi lawan yang tangguh di pemilihan presiden nanti.
– Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono menyatakan bahwa keluarnya Demokrat dari KPP tidak berarti mendukung Anies sebagai capres. Ia menekankan bahwa Partai Demokrat adalah partai netral dan tidak akan memihak pada salah satu kubu tertentu.
– Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Cak Imin menyatakan bahwa sesuai dengan aturan partai, PKB akan memberikan dukungan kepada capres yang akan diusung oleh koalisi partai koalisi pemerintah. Namun, demikian, Cak Imin juga mengakui bahwa potensi Anies sebagai calon presiden semakin terbuka lebar.

5. Kesimpulan

Setelah Demokrat keluar dari koalisi pemerintah, banyak pihak yang memperkirakan bahwa Anies Baswedan memiliki peluang yang lebih besar untuk maju sebagai calon presiden. Potensi Anies sebagai capres semakin terbuka lebar berdasarkan beberapa faktor seperti kepemimpinan yang dianggap sukses, popularitas Anies yang tinggi, serta adanya pergeseran dinamika politik pasca keluarnya Partai Demokrat dari koalisi pemerintah.

Namun, meskipun potensi Anies semakin besar, namun belum seluruh kalangan politikus sepenuhnya mendukung Anies sebagai calon presiden. Terlebih, masih ada beberapa waktu lagi sebelum pelaksanaan pemilihan presiden. Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya, siapa tahu ada figur politik lain yang muncul sebagai kontestan terkuat.

Original Post By Dmarket