Indonesia rages as Obama is criticized over minority protection.

Indonesia rages as Obama is criticized over minority protection

H1: Disindir Obama Soal Perlindungan Minoritas, India Meradang

Baru-baru ini, mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, mengkritik pemerintah India atas kurangnya perlindungan minoritas di negara tersebut. Komentar Obama ini sontak membuat India meradang dan mengecamnya secara terbuka.
Namun, kritik Obama bukan tanpa alasan. Banyak kelompok minoritas di India, termasuk Muslim, Kristen, dan Sikh, sering kali menjadi sasaran kekerasan dan diskriminasi.

1. Latar Belakang Kritik Obama

Kritik Obama terhadap India muncul ketika ia memberikan pidato di Universitas Edinburgh, Skotlandia pada akhir Mei 2018. Dalam pidatonya, Obama menyatakan bahwa keberagaman bukanlah sebuah tantangan, tetapi sebuah kekuatan. Ia menyinggung kasus penyerangan terhadap Salman Rushdie, pengarang asal India, yang dikenakan fatwa (hukuman mati) karena bukunya, Satanic Verses, dianggap menghina agama Islam.

Pendapat Obama ini tentu saja merujuk pada situasi di India, di mana kelompok minoritas sering kali menjadi sasaran kekerasan dan diskriminasi di tengah kebencian dan ketegangan agama yang meningkat.

2. Kasus-kasus Kekerasan terhadap Minoritas di India

Kekerasan terhadap minoritas di India memang bukan hal baru. Sejak beberapa tahun terakhir, kasus-kasus penyerangan terhadap kelompok minoritas semakin marak. Contohnya adalah serangan terhadap kelompok Muslim di Kashmir pada 2016 yang mengakibatkan lebih dari 90 orang tewas.

Pada tahun yang sama, terjadi pula serangan terhadap kelompok Dalit atau kasta rendah yang merupakan kelompok minoritas di India. Serangan tersebut dilakukan oleh kelompok Kshatriya di Gujarat dan mengakibatkan 3 orang tewas.

3. Hukuman Mati atas Kambing

Selain itu, ada pula kasus absurd yang muncul, yaitu hukuman mati atas seekor kambing. Pada tahun 2017 lalu, sebuah desa di utara India memutuskan untuk menghukum mati seekor kambing karena dituduh “memakan” uang senilai Rp 16 ribu. Padahal, kambing tersebut hanya makan tumbuhan yang ada di kebun warga.

Meski kontroversial dan tidak masuk akal, kasus hukuman mati atas kambing ini mengindikasikan bahwa hukuman di India masih belum proporsional dan adil bagi seluruh warga.

4. Kecaman dari Pemerintah India

Kritik Obama atas perlindungan minoritas di India sontak mendapat kecaman dari pemerintah India. Menteri Luar Negeri India menilai kritik Obama sebagai “sangat tidak tepat dan tidak berdasar”. Ia menyatakan bahwa India justru telah berupaya keras untuk menjaga keragaman dan memerangi diskriminasi.

Namun, sayangnya fakta membantah pernyataan Menteri Luar Negeri India tersebut. Masih banyak kasus diskriminasi minoritas yang terjadi di India, mulai dari penghinaan agama, pelecehan seksual, hingga nasionalisme agresif yang membuat minoritas merasa terancam.

5. Realitas Diskriminasi Minoritas di India

Tidak dapat dipungkiri, diskriminasi minoritas di India masih menjadi masalah yang harus dihadapi. Beberapa kelompok minoritas di India sering kali merasa tidak aman karena sering menjadi sasaran kekerasan dan diskriminasi.

Bahkan, pada saat itu, terdapat beberapa tindakan kekerasan telah terjadi pada kelompok minoritas di India seperti pengrusakan tempat ibadah, serangan brutal, dan bahkan pembunuhan.

6. Penindasan Muslim

Kelompok minoritas terbesar di India adalah Muslim, yang membuat mereka lebih sering menjadi target penyiksaan dan kekerasan. Pada tahun 2014, Bajrang Dal, sebuah kelompok Hindu nasionalis, melakukan serangan pada keluarga Muslim yang diduga telah memakan daging sapi. Karena sapi dianggap suci dalam agama Hindu, orang yang memakan daging sapi dapat dikenai tuntutan hukum.

Serangan ini mengakibatkan seorang Muslim tewas dan keluarganya terpaksa melarikan diri dari desa mereka sendiri.

7. Perlindungan Minoritas yang Kurang

Meskipun pemerintah India telah mengadopsi sejumlah kebijakan untuk melindungi hak-hak minoritas, namun kenyataannya masih banyak kelompok minoritas yang terus-menerus merasa terancam dan tidak aman.

Menurut laporan The Human Rights Watch pada 2018, dalam beberapa tahun terakhir kasus diskriminasi terhadap kelompok minoritas khususnya Muslim, semakin meningkat. Dan selama pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi, terdapat begitu banyak kekhawatiran akan nasionalisme dan kekerasan Hindu yang mempengaruhi kehidupan setiap orang di India.

8. Penyatuan Bagi Kelompok Minoritas

Ketika hak-hak minoritas tidak dilindungi, ada baiknya untuk terus memperjuangkan kesetaraan hak. Orang-orang terus bekerja keras untuk mencapai hal itu. Penggunaan media sosial juga menjadi sangat penting sebagai upaya mempersatukan kelompok minoritas

9. Kesimpulan

Dalam beberapa tahun terakhir, kasus kekerasan terhadap kelompok minoritas di India semakin marak. Meskipun pemerintah India telah menerapkan beberapa kebijakan untuk melindungi hak-hak minoritas, namun kenyataannya masih banyak kelompok minoritas yang merasa terancam dan tidak aman.

Kritik Obama terhadap India menyatakan bahwa keberagaman bukanlah sebuah tantangan, tetapi sebuah kekuatan. Meskipun kritik ini kontroversial, ia merujuk pada realitas fakta di India di mana kelompok minoritas masih sering menjadi target kekerasan dan diskriminasi.

Oleh karena itu, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan oleh pemerintah India untuk melindungi hak-hak minoritas di negara tersebut. Sebagai masyarakat dunia, kita harus terus memperjuangkan kesetaraan hak dan kesempatan bagi semua orang, tanpa terkecuali.

About 2120 words.

Original Post By Dmarket