Untuk Mencegah Adanya Dendam, Bagaimana Caranya Pemilu Dilakukan dengan Baik di Indonesia?

Untuk Mencegah Adanya Dendam Bagaimana Caranya Pemilu Dilakukan dengan Baik

Agar Pemilu Tak Meninggalkan Dendam

Pemilihan umum (pemilu) adalah salah satu momen penting yang selalu dinanti oleh masyarakat Indonesia. Setiap lima tahun sekali, kita diberikan kesempatan untuk memilih wakil rakyat yang akan mewakili kepentingan kita di parlemen baik di tingkat nasional maupun daerah. Tentu saja, pemilu bukanlah perkara mudah dan seringkali menjadi momok bagi sebagian masyarakat. Tak jarang pemilu meninggalkan luka bagi masyarakat yang bersebrangan di sisi politik tertentu. Salah satunya adalah munculnya dendam antar pendukung pasangan calon yang terlibat dalam kontestasi pilpres.

Hal ini dapat terjadi mengingat pemilihan umum biasanya melibatkan banyak kepentingan dan kepentingan itu bisa jadi bertabrakan satu sama lain. Oleh karenanya, dalam konteks ini kita harus bersama-sama berjuang agar pemilu tak meninggalkan dendam.

Memahami Esensi Pemilu

Untuk memahami arti penting dari menjaga kesejukan pemilu dan menghindari adanya dendam, kita harus lebih dahulu memahami esensi dari pemilu itu sendiri. Pemilu memang menjadi ajang bagi rakyat dalam memilih wakilnya di parlemen, namun lebih dari itu pemilu juga sebagai salah satu mekanisme dalam menjaga demokrasi. Dalam sebuah negara demokratis, hak untuk memilih merupakan hak yang sangat berharga dan perlu kita jaga. Oleh karena itu, kita harus membuka pikiran untuk menyadari bahwa dalam suatu kontestasi meskipun ada pasangan calon yang kalah dan menang, selalu ada kemungkinan bahwa kedua belah pihak itu memiliki potensi yang sama besar untuk menjalankan tugas yang diberikan oleh rakyat.

1. Pendidikan Politik sejak Dini
Menjaga kesejukan dalam pemilu tak hanya menjadi tanggung jawab setiap individu, tapi juga tanggung jawab semua pemangku kepentingan andai ingin melihat pemilu yang bermartabat dan sejuk. Pendidikan politik harus dimulai sejak dini, baik dari lingkungan keluarga, sekolah, maupun perguruan tinggi.

Anak-anak perlu dikenalkan dengan dasar-dasar politik, seperti pengertian politik, politik sebagai alat mencapai tujuan, dan beberapa hal lainnya yang berkaitan dengan politik. Ini akan membantu anak-anak dalam memahami pentingnya pemilu dan bagaimana menolong partai/partaisi yang adil dan menjunjung tinggi demokrasi.

2. Menjunjung Tinggi Etika Politik
Etika politik perlu dijunjung tinggi dalam menjaga kesejukan dalam pemilu. Seluruh pasangan calon harus membangun suasana yang positif, dengan menolong satu sama lain untuk menyelesaikan masalah atau konflik yang timbul selama masa kampanye. Etika politik juga harus diterapkan saat pada saat masing-masing pasangan calon mendapat perolehan yang sama, dengan saling menghormati dan tidak saling mencemarkan nama baik lawan.

3. Menghindari Ujaran Kebencian
Ujaran kebencian saat pemilu menjadi migran rutin. Ini terjadi karena saat pemilu, orang banyak memiliki pandangan berbeda-beda tentang pasangan capres. Dalam suasana kegaduhan, ujaran kebencian menjadi pilihan banyak orang untuk mempengaruhi pandangan orang lain.

Menjelang hari pemilu, bermunculan beberapa pihak mengadakan aksi penggalangan massa dan berkampanye terakhir, yang sering kali menimbulkan banyak gesekan dan konflik antar pendukung pasangan calon. Oleh karena itu, kita perlu menolong masyarakat antara lain melalui, berupaya menghindarkan propaganda kebencian sebelum pemilu.

4. Menjaga Netralitas Birokrasi
Netralitas birokrasi adalah suatu kondisi ideal yang tidak bisa dipisahkan dari sebuah kebijakan pemerintah. Meskipun posisi pejabat dan birokrat diposisikan untuk melayani kepentingan rakyat, pada saat pemilu mereka harus tetap menjaga netralitas. Hal ini harus menjadi perhatian kita bersama, agar pemilu dapat berlangsung dengan sejuk tanpa adanya intervensi dari pihak yang tidak bertanggung jawab.

5. Toleransi Berbeda Pilihan
Toleransi dalam berteman sejatinya sudah harus ditanam sejak dini, tidak terkecuali pada pemilu. Pada saat pemilu, toleransi harus menjadi sikap yang diambil oleh segenap elemen masyarakat yang sudah menentukan pilihannya. Mari kita contohkan, misalnya hanya satu kelurahan atau satu kampung yang memiliki kecenderungan suara yang capres yang sama, hal ini niscaya harus dihargai dan dipahami dengan baik, agar tidak menimbulkan ketidakseimbangan dan kesenjangan di sosial masyarakat.

6. Menjaga Keterbukaan
Saat pemilu, kita harus terbuka dan berbicara terus terang tentang pemilu dan pilihan kita. Kita perlu membuka diri kepada teman dan keluarga yang punya pilihan berbeda dengan kita dan mendengarkan pendapatnya. Dengan demikian kita akan mengetahui sisi lain dan mendorong kita untuk lebih memahami perspektif atau sudut pandang orang-orang sekitar kita.

7. Menjalin Hubungan Baik dengan Pihak yang Bersebrangan

Bermacam-macam kontroversi, perbedaan pilihan politik, dan masalah lainnya pada zaman sekarang cukup meresahkan, bahkan mampu bagi orang yang bahagia merasa tidak nyaman. Ini tentu sangat bisa melemahkan rasa persahabatan dan persaudaraan berlandas hal hal yang sama seperti gagasan dan suara. Oleh karena itu, saat pemilu, kita harus berusaha menjalin hubungan baik dengan pihak yang bersebrangan dengan kita. Dengan demikian, kita akan bisa menjaga kedamaian dan kejuitan pemilu.

8. Menghindari Provokasi dan Fitnah
Provokasi dan fitnah bisa merusak suasana kesejukan dalam menjalakan proses pemilu. Kita perlu ingat untuk tidak mudah terprovokasi dan menghindari penyebaran berita bohong atau fitnah. Dengan cara ini kita bisa membangun suasana yang saling menghargai dan menghormati antar pendukung pasangan calon.

9. Menghargai Hasil Pemilu
Setiap hasil pemilu yang menang harus dihormati dan dicintai, oleh karenanya kita perlu menolong pasangan calon tersebut sesuai dengan visi dan misi serta komitmen yang telah dijanjikan saat kampanye. Tidak perlu terburu-buru untuk mengecam pasangan calon yang berhasil terpilih. Kita harus berfikir positif dan kompak dengan membangun suasana yang kondusif dalam masyarakat.

10. Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa
Dalam sebuah negara yang berlandas Pancasila, persatuan dan kesatuan menjadi salah satu hal penting yang harus dijaga. Oleh karena itu, kita harus senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan bangsa ketika ada pilihan politik yang berseberangan. Setiap orang memiliki hak untuk mendukung pasangan calon yang dianggap paling sesuai apabila berlandaskan agar kemudahan menerima hasil apapun yang terjadi setelah pemilu dimenangkan oleh pasangan calon bersangkutan.

Kesimpulan

Menjaga kesejukan dalam pemilu dan menghindari adanya dendam sampai hari ini masih menjadi tantangan besar bagi masyarakat. Namun, kita semua bisa membantu dalam menjaga atmosfir pemilu agar tidak meninggalkan dendam. Dalam melakukan ini, kita harus memahami esensi dari pemilu itu sendiri, memiliki pendidikan politik yang baik, menjunjung etika politik, menghindari propaganda kebencian, dan menjalin hubungan baik dengan pihak yang bersebrangan.

Dengan menjalankan hal-hal ini, kita bisa membangun suasana yang akomodatif dan menjunjung tinggi perdamaian antar pendukung pasangan calon di berbagai wilayah di Indonesia. Semoga artikel ini bisa membantu dalam menyuarakan pentingnya menjaga kesejukan pemilu dan menghindari adanya dendam antara pendukung pasangan calon. Mari kita bersama-sama menjaga keamanan negara dan menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa.

Original Post By Dmarket