Jepang Melakukan Tindakan Ilegal dengan Membuang Limbah Nuklir ke Laut, China Menjaga Konsistensinya

Jepang Melakukan Tindakan Ilegal dengan Membuang Limbah Nuklir ke Laut

China Tetap Konsisten, Pembuangan Air Limbah Nuklir ke Laut oleh Jepang Adalah Ilegal

China telah memperingatkan Jepang bahwa rencana pembuangan air limbah nuklir dari pabrik pengolahan nuklir di Fukushima ke laut akan melanggar hukum internasional. Jepang pada dasarnya ingin membuang sekitar 1,25 juta ton air yang telah digunakan di pabrik pengolahan nuklir tersebut ke Samudra Pasifik.

1. Pembuangan Air Limbah Nuklir Fukushima

Pabrik pengolahan nuklir di Fukushima dihantam oleh gempa bumi dan tsunami pada Maret 2011, menyebabkan kebocoran keseluruhan reaktor nuklir dan meninggalkan wilayah sekitar tercemar. Sejak saat itu, pihak berwenang telah berusaha untuk memompa dan menyimpan air yang telah digunakan untuk mendinginkan bahan bakar nuklir yang telah dicairkan. Namun volume air terus bertambah dan mereka sekarang berencana untuk membuangnya ke laut – sebuah ide yang sudah bertahun-tahun diperdebatkan.

2. China Menerabas Cara Jepang Mengatasi Air Limbah Nuklir Fukushima

China telah lama mengkritik rencana Jepang untuk membuang air beracun dari pabrik pengolahan nuklir Fukushima ke laut, dan menyebut rencana tersebut sebagai “sangat tidak bertanggung jawab”. Pemerintahan China percaya bahwa pilihan untuk membuang air tersebut ke laut akan mempengaruhi kualitas air laut dan mengancam kehidupan.

3. Terus Berupaya untuk Menjaga Lingkungan

Pemerintahan China telah menegaskan bahwa air limbah nuklir bukanlah masalah hanya bagi Jepang, tetapi bagi seluruh dunia. Mereka berpendapat bahwa dampak lingkungan dari pembuangan air limbah nuklir bisa mencapai seluruh wilayah Asia Timur dan berdampak pada semua negara di daerah tersebut.

4. Masalah yang Tidak Tepat Waktu

Jepang berniat untuk menyelesaikan masalah air limbah nuklir pada tahun 2022 sebelum Olimpiade Musim Panas di Tokyo dimulai. Tetapi keputusan mereka untuk membuang air ke laut kini kembali menuai kontroversi. Banyak kelompok masyarakat, termasuk kelompok masyarakat yang tinggal dekat dengan pabrik, mengatakan bahwa keputusan tersebut tidak pantas karena berdampak pada lingkungan dan penyebaran radiasi.

5. Regulasi Air Limbah Nuklir

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) telah mengevaluasi dan menyatakan bahwa dengan mengikuti regulasi keamanan dan pengelolaan limbah nuklir yang tepat, pembuangan air limbah nuklir Fukushima ke laut bisa dilakukan dengan aman.

6. Dukungan Internasional

Beberapa negara telah mendukung rencana Jepang, termasuk Amerika Serikat, Kanada, dan Prancis. Mereka percaya bahwa langkah ini diperlukan untuk menyelesaikan masalah air limbah nuklir di Fukushima. Namun China tetap bergeming dalam pendirian mereka bahwa rencana tersebut melanggar hukum internasional dan akan berdampak negatif pada lingkungan.

7. Pernyataan Resmi China

Wakil Menteri Lu Zhiyuan, Wakil Menteri Lingkungan China, pada konferensi kebijakan internasional mengatakan bahwa keselamatan masyarakat internasional harus ditempatkan di barisan terdepan saat mempertimbangkan masalah lingkungan. Dia juga menegaskan bahwa sebelum mengambil keputusan terkait pembuangan air limbah nuklir, Jepang harus memberikan akses kepada anggota masyarakat Internasional, termasuk China dan Korea, untuk melakukan pemantauan dan evaluasi terkait dampak lingkungan.

8. Demonstrasi di Korea Selatan

Di Korea Selatan, warga telah mengadakan demonstrasi agar Jepang membatalkan rencana untuk membuang air limbah nuklir ke laut. Ratusan orang turun ke jalan di Seoul pada 20 Maret 2021, menyerukan dukungan internasional untuk mencegah rencana tersebut.

9. Kritik dari Masyarakat Internasional

Banyak kelompok masyarakat internasional mengecam keputusan Jepang untuk membuang air limbah nuklir ke laut, termasuk organisasi lingkungan seperti Greenpeace dan Friends of the Earth. Mereka berpendapat bahwa tindakan tersebut sangat tidak bertanggung jawab dan berdampak buruk pada kesehatan manusia dan hewan.

10. Lainnya

Pihak berwenang Jepang mengatakan bahwa mereka akan memproses air limbah nuklir sebelum dibuang ke laut untuk menghilangkan partikel radioaktif. Sejumlah peralatan telah dikerahkan ke lokasi untuk memproses air limbah nuklir dan menghilangkan sebanyak mungkin zat radioaktif. Mereka juga berencana untuk memantau air laut setiap hari setelah membuang limbah, dan lokasi tersebut akan menjadi terbuka bagi orang-orang dari luar Jepang untuk melakukan pengawasan.

Kesimpulan:

Keputusan Jepang untuk membuang air limbah nuklir ke laut menuai banyak kritik dari masyarakat internasional dan China. Meskipun Jepang mengklaim bahwa air limbah nuklir tersebut telah diproses dengan aman, banyak yang meragukan keamanannya. Dalam rangka menjaga keselamatan lingkungan internasional dan kesehatan masyarakat, China dan negara lain menekankan perlunya untuk mempertimbangkan dampak lebih lanjut dari rencana tersebut dan meminta Jepang untuk tetap berkomunikasi dengan masyarakat Internasional terkait dampak lingkungan.

Original Post By Dmarket