Berita  

Walhi Menuntut Polda Mengungkap Beking Perusakan Mangrove Pesisir Bandar Lampung Setelah Tersangka Ditemukan.

Walhi Menuntut Polda Mengungkap Beking Perusakan Mangrove Pesisir Bandar Lampung

Sudah ada Tersangka, Walhi Minta Polda Ungkap Beking Perusakan Mangrove Pesisir Bandar Lampung

Pada bulan April 2021, Walhi (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia) menyatakan bahwa pihak kepolisian telah menangkap tersangka terkait perusakan mangrove di pesisir Bandar Lampung. Walhi mengapresiasi kinerja kepolisian dalam menangkap tersangka tersebut namun meminta agar pihak kepolisian juga mengusut beking yang terlibat dalam kasus ini.

Tersangka Terduga

Menurut informasi dari Polresta Bandar Lampung, tersangka yang diamankan dalam kasus ini adalah W (29), seorang nelayan yang tinggal di Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Bumi Waras, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Tersangka ditangkap pada bulan Februari 2021 setelah ditemukan bukti-bukti yang cukup untuk menjeratnya.

Peran Tersangka

Tersangka W diduga membuka lahan di area pesisir yang dilindungi oleh hutan mangrove. Selain itu, dia juga diduga menggunakan truk untuk mengangkut kayu-kayu mangrove yang ia tebang. Akibat dari tindakan tersangka tersebut, luas hutan mangrove di pesisir Bandar Lampung mengalami penurunan yang signifikan.

Respons Walhi

Walhi menyampaikan bahwa mereka merasa senang dengan penangkapan tersangka. Namun, mereka mengingatkan bahwa penangkapan satu orang saja tidaklah cukup dan pihak kepolisian harus mencari tahu apakah ada orang lain yang ikut terlibat dan menjadi beking tersangka.

Walhi juga menekankan bahwa tindakan perusakan terhadap hutan mangrove sudah sangat mengkhawatirkan, karena hutan mangrove mempunyai peran penting dalam menjaga ekosistem di pesisir dan mengurangi dampak bencana seperti tsunami dan abrasi pantai.

Mangrove, Sisi Lain Kota Bandar Lampung

Mangrove di pesisir Bandar Lampung tidak hanya berfungsi sebagai ekosistem laut, tetapi juga sebagai fungsi sosial dan ekonomi. Mangrove memberikan penghidupan bagi masyarakat melalui kegiatan nelayan, petani tambak, dan petani ikan.

Selain itu, hutan mangrove juga menjadi daya tarik wisata yang tidak kalah menarik dengan destinasi wisata lain di Bandar Lampung.

Masalah Perusakan Mangrove

Masalah perusakan mangrove menjadi isu serius di Indonesia. Selain menjadi tempat hidup berbagai jenis satwa laut, mangrove juga berfungsi sebagai pemecah gelombang laut, melindungi erosi pantai, mengontrol banjir, dan menghasilkan oksigen dalam jumlah besar.

Namun, banyaknya tekanan lingkungan dari pembangunan infrastruktur dan kegiatan manusia yang tidak teratur, menyebabkan hutan mangrove mengalami kerusakan dan penurunan luas. Pemerintah Indonesia telah menerbitkan peraturan untuk menjaga keberlangsungan hidup mangrove dan mengembangkan penanggulangan kerusakan mangrove.

Perbanyakan Mangrove

Penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya melestarikan mangrove dan memperbanyak tanaman mangrove. Tidak hanya sulit untuk membuat mangrove hidup, tetapi juga membutuhkan waktu yang lama untuk memperbaiki kerusakan akibat ulah manusia.

Oleh karena itu, perlu diadakan beberapa upaya untuk memperbanyak tanaman mangrove, seperti penanaman bibit mangrove, pengembangan program restorasi mangrove, dan memberi pelatihan kepada masyarakat tentang cara memelihara tanaman mangrove.

Kesimpulan

Perusakan lingkungan seperti yang terjadi pada mangrove di pesisir Bandar Lampung menunjukkan betapa pentingnya perlindungan lingkungan hidup bagi masyarakat. Hal itu terwujud dalam keberlangsungan hidup lingkungan yang baik.

Pemerintah dan masyarakat perlu saling bekerja sama dalam menjaga kelestarian lingkungan. Bersama-sama, kita bisa menciptakan dunia yang lebih baik dan melindungi keberlangsungan hidup manusia di bumi ini.

Original Post By Dmarket