Prabowo Menolak PKB Gabung ke PDIP, Sowan Cak Imin

Prabowo Menolak PKB Gabung ke PDIP Sowan Cak Imin

H1: Sowan Cak Imin, Prabowo Tidak Ingin PKB Loncat ke PDIP

PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) merupakan partai politik yang dikenal sebagai partai pelopor yang membawa suara NU (Nahdlatul Ulama) dalam dunia politik Indonesia. Saat ini, partai tersebut dipimpin oleh Ketua Umum Muhaimin Iskandar atau yang akrab dipanggil Cak Imin. Belakangan ini, PKB ramai diperbincangkan terkait hubungan dengan partai politik lain, terutama dalam rangka persiapan jelang Pemilu 2024.

Di tengah situasi politik Indonesia yang dinamis, beberapa kejadian terkait PKB dan Cak Imin beredar dan menjadi trending topic di media sosial. Namun, sebelum membahas lebih jauh, ada baiknya untuk mengetahui lebih jauh tentang sosok Cak Imin dan kebijakannya dalam politik.

1. Siapa Cak Imin?

Muhaimin Iskandar atau yang biasa dipanggil Cak Imin merupakan politikus yang cukup dikenal di Indonesia. Pria kelahiran Banjarmasin, 8 Juli 1966 ini merupakan anak bungsu dari keluarga H Abdul Azis Iskandar, seorang ulama yang juga anggota MPR (Majelis Permusyawaratan Rakyat).

Cak Imin merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Airlangga pada tahun 1990 dan sebelum terjun ke dunia politik, ia sempat menjadi seorang pengacara. Cak Imin memulai karir politiknya pada tahun 1997 sebagai anggota DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Propinsi Jawa Timur untuk periode 1997-1999.

Pada tahun 1999, Cak Imin maju sebagai calon anggota DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan berhasil terpilih. Saat ini, Cak Imin telah menjabat sebagai Ketua Umum PKB selama dua periode sejak 2015 hingga sekarang.

2. Perseteruan PKB dengan PDIP

Belakangan ini, ramai menjadi trending topic di media sosial terkait perseteruan antara PKB dengan PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan). Kontroversi tersebut bermula dari keputusan PKB dalam Pilkada Jatim lalu, di mana partai tersebut memilih calon gubernur non-Nasdem.

Mendengar hal tersebut, PDIP yang juga ikut meramaikan Pilkada Jatim memilih calon gubernur yang berasal dari Nasdem. Keputusan PKB tak memilih kader Nasdem ini dikhawatirkan melukai perasaan Nasdem, yang notabene pada saat itu telah bekerja sama dengan PKB secara intensif.

Tak diragukan lagi, Nasdem merupakan partai politik yang memiliki basis massa cukup kuat di Jatim, dan ketika PKB memutuskan untuk tak memilih calon gubernur dari Nasdem, hal ini memicu kecurigaan banyak pihak. Salah satu yang menyuarakan kekecewaan tersebut adalah Megawati Soekarnoputri selaku Ketua Umum PDIP.

3. Munculnya Juru Bicara Mega Setelah Sowan Cak Imin

Usai hubungan antara PKB dan PDIP mulai merenggang, Cak Imin melakukan tindakan yang dianggap penting dalam rangka menjaga kepercayaan antara PKB dan PDIP. Dia datang menemui Megawati dan beberapa jajaran PDIP di kediamannya di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat.

Setelah pertemuan tersebut, keluarlah sosok juru bicara Megawati, Ahmad Basarah yang menjelaskan bahwa pertemuan tersebut merupakan bentuk pertemuan biasa antara partai politik. Namun demikian, semuanya tetap mengikuti protokol kesehatan dengan menerapkan social distancing dan mengenakan masker.

4. Cak Imin Bantah PKB Berpihak pada PDIP

Dalam wawancara yang dilakukan dengan tvOne, Cak Imin membantah bahwa PKB berpihak pada PDIP. Menurutnya, candit gubernur non-Nasdem sudah terdaftar sebelumnya dan itu bukan keputusan akhir dari partai politik. Hal itu ditentukan berdasarkan mekanisme internal yang ada di PKB.

Cak Imin juga menyebut bahwa ia merindukan hubungan antara PDIP dan PKB seperti di era Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Menurutnya, ketika itu berbagai partai politik saling mendukung dalam pilpres, sehingga Indonesia menjadi stabil di bawah pemerintahan Gus Dur.

5. Prabowo Tidak Ingin PKB Loncat ke PDIP

Menurut salah satu anggota DPR RI, Heri Gunawan dari Fraksi Gerindra, PKB telah menawarkan diri untuk gabung dengan PDIP dengan syarat Cak Imin menjadi Wakil Ketua Umum PDIP. Namun demikian, kali ini gerakan politik tersebut diketahui oleh calon presiden pada Pilpres 2019 lalu.

Mendengar informasi tersebut, Prabowo Subianto mengeluarkan pernyataan melalui instagramnya bahwa Partai Gerindra tidak akan menginduk pada PDIP. Prabowo menegaskan bahwa PKB membawa beban sejarah yang besar sebagai bagian dari poros tengah yang memenangkan pilpres 2019 lalu.

6. Pertemuan dengan Gerindra

Belakangan ini, beberapa tokoh PKB termasuk Cak Imin menemui Prabowo Subianto, Ketum Gerindra. Dalam pertemuan tersebut, Cak Imin menyatakan bahwa PKB akan terus berada di dekat rakyat dan bekerja sama dengan semua pihak, tak terkecuali dengan Gerindra.

Cak Imin juga menyebut bahwa Gerindra dan PKB memiliki pandangan yang sama dalam rangka menjaga keutuhan NKRI. Kedua partai tersebut sepakat untuk terus bergerak dalam sukses membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.

7. Polemik yang Berkepanjangan

Di tengah situasi politik yang dinamis, munculnya polemik antara PKB dan PDIP belakangan ini terus berlangsung. Belum ada keputusan pasti tentang hubungan antara PKB dan PDIP, namun yang jelas, Cak Imin sejauh ini masih terus memimpin PKB dan menjadi salah satu figur penting dalam dunia politik Indonesia.

Polemik ini juga mencerminkan situasi politik yang cukup kompleks di Indonesia. Semua partai politik berlomba-lomba untuk memenangkan hati rakyat dan meraih kekuasaan, sehingga tidak jarang timbul berbagai polemik dan kontroversi yang menjadi bahan pembicaraan di media sosial.

8. Kesimpulan

Dalam menghadapi dinamika politik yang ada, Cak Imin terus menunjukkan kepemimpinannya sebagai Ketua Umum PKB. Meskipun muncul beberapa tantangan dan polemik politik, Cak Imin terus berusaha untuk menjaga kepercayaan bagi seluruh kader PKB dan masyarakat Indonesia.

Namun demikian, tentu saja tantangan politik akan terus datang dan PKB harus mampu menghadapinya dengan bijak. Seperti kata Cak Imin, PKB ingin menjadi partai politik yang tangguh dan hebat dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, mengutamakan kepentingan rakyat, dan membawa Indonesia ke arah yang lebih baik. Semoga PKB dan kepemimpinan Cak Imin selalu mendapatkan dukungan dari seluruh rakyat Indonesia.

Original Post By Dmarket