Berita  

Kekhawatiran Masyarakat terhadap Kinerja Kereta Cepat dalam Meningkatkan Perekonomian Indonesia.

Kekhawatiran Masyarakat terhadap Kinerja Kereta Cepat dalam Meningkatkan Perekonomian Indonesia

Masyarakat Tidak Yakin Kereta Cepat Akan Tingkatkan Perekonomian

Kereta cepat adalah sebuah proyek kereta api modern yang dirancang untuk menghubungkan beberapa kota dalam waktu yang lebih singkat. Di Indonesia, proyek kereta cepat telah dicanangkan sejak tahun 2015. Hingga saat ini, proyek kereta cepat masih menjadi topik hangat dalam diskusi masyarakat. banyak masyarakat di Indonesia yang masih ragu dan tidak yakin bahwa proyek kereta cepat akan memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia.

1. Kereta cepat tidak efektif dalam mengurangi biaya transportasi

Salah satu alasan mengapa banyak masyarakat meragukan efektivitas kereta cepat dalam meningkatkan perekonomian adalah biayanya yang mahal. Menurut beberapa pengamat, biaya produksi kereta cepat lebih tinggi dibandingkan dengan kereta api konvensional. Dan akhirnya harga tiket kereta cepat pun menjadi lebih mahal. Oleh karena itu, masyarakat yang kurang mampu masih merasa lebih nyaman dan efektif menggunakan kendaraan bermotor tradisional dan kereta api konvensional.

2. Rel kereta cepat memerlukan lahan yang cukup luas

Untuk konstruksi rel kereta cepat, diperlukan lahan yang cukup luas, hal ini bisa menimbulkan konflik dengan warga setempat dan menghambat proses pembangunan. Sebagai contoh, proyek kereta cepat Jakarta-Bandung mengalami beberapa kendala seperti mendapatkan lisensi lahan dari warga yang tinggal di wilayah yang dilintasi oleh kereta cepat.

3. Kereta cepat bisa mematikan operasional kereta api konvensional

Proyek kereta cepat bisa mempengaruhi operasional kereta api konvensional dan memecah monopoli perusahaan kereta api negara. Hal ini bisa mempengaruhi pendapatan perusahaan kereta api negara dan pekerjaan para pekerja di perusahaan tersebut yang harus kalah saing.

4. Tingkat penggunaan kereta cepat yang rendah

Meski kereta cepat merupakan moda transportasi yang modern dan efisien, tetapi penggunaannya tidak sebesar kereta api konvensional. Hal ini bisa disebabkan karena harga tiket yang tinggi, adanya jalur alternatif transportasi seperti bis dan pesawat, serta kurangnya promosi dan pengenalan terhadap masyarakat sebagai moda transportasi alternatif.

5. Teknologi kereta cepat belum sepenuhnya stabil

Kereta cepat adalah teknologi yang masih baru di Indonesia, oleh karena itu, teknologinya masih belum stabil dan dapat mengalami gangguan, seperti halnya setelah proyek kereta cepat mulai beroperasi, terjadi banyak gangguan, termasuk kesalahan dalam penangangan yang membahayakan keselamatan penumpang.

6. Pembangunan kereta cepat membutuhkan investasi yang besar

Proyek kereta cepat adalah proyek yang memerlukan biaya yang sangat besar, baik dari segi konstruksi hingga operasional. Hal ini bisa membebani APBN Indonesia dan menyebabkan peningkatan utang yang tidak wajar. Pada akhirnya, kereta cepat harus memulai dengan benar dan memperlihatkan manfaat sebelum biaya pembangunannya diinvestasikan secara penuh.

7. Pengelolaan kereta cepat yang belum tertata

Teknologi kereta cepat tidak memakan banyak tenaga kerja, karena sebagian besar operasinya berjalan secara otomatis. Oleh karena itu, pengelolaan kereta cepat membutuhkan personel khusus yang memenuhi kompetensi dan kualifikasi professional. Hal ini membutuhkan investasi besar dalam pelatihan karyawan dan pengembangan infrastruktur.

8. Kereta cepat dapat mempengaruhi lingkungan

Proyek kereta cepat bisa mempengaruhi lingkungan dengan mengubah pola pertanian dan pemukiman. Bahkan, keputusan untuk membangun jalur kereta cepat bisa mengurangi jumlah tanah yang dapat digunakan untuk pertanian negara, yang pada akhirnya bisa mengurangi produksi makanan dan memberikan tidak adil terhadap petani.

9. Potensi kecelakaan yang lebih besar

Kereta cepat umumnya beroperasi pada kecepatan yang lebih tinggi dari kereta api konvensional, hal ini otomatis meningkatkan potensi kecelakaan yang lebih besar. Sebagai solusinya, pengoperasian kereta cepat harus dikelola dengan sangat hati-hati dan professional, termasuk keselamatan penumpang yang harus diprioritaskan.

10. Manajemen proyek yang belum tertata

Salah satu alasan mengapa masyarakat masih meragukan efektivitas kereta cepat dalam meningkatkan perekonomian adalah adanya masalah manajemen dalam proyek tersebut. Hal ini sering kali menyebabkan proyek menjadi molor dan pada akhirnya tidak sesuai dengan rencana. Oleh karena itu, diperlukan manajemen proyek yang profesional dan transparan untuk memastikan bahwa proyek kereta cepat berjalan dengan lancar dan tepat.

Inilah ketidakpastian kereta cepat dalam memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia. Dengan melihat hal-hal tersebut, kita harus tetap selektif dalam mempertimbangkan dan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk memastikan proyek kereta cepat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat Indonesia secara keseluruhan. Sebaiknya, ada pertimbangan yang cermat dan transparan dalam membuat keputusan tentang pembangunan kereta cepat.

Original Post By Dmarket