Akibat Olahraga Selama 8 Jam per Hari dalam Kurun 20 Tahun, Pria Ini Akhirnya tidak Bisa Berjalan

Screenshot 5 1

Olahraga merupakan salah satu kegiatan yang baik untuk kesehatan tubuh. Dalam kurun waktu yang cukup panjang, olahraga juga membantu mencegah berbagai penyakit dan menjaganya tetap prima. Namun, jika dilakukan secara berlebihan, olahraga tersebut dapat berakibat buruk bagi kesehatan. Salah satu contoh kasus yang terjadi adalah pada seorang pria yang harus mengalami akibat olahraga selama 8 jam sehari dalam kurun 20 tahun karena pekerjaannya yang mengharuskannya berdiri terus selama itu. Akhirnya, pria tersebut tidak bisa berjalan. Bagaimana bisa hal tersebut terjadi? Apakah kita juga bisa mengalaminya jika tidak memperhatikan intensitas olahraga?

Mengenal Kasus Pria yang Tidak Bisa Berjalan

Pria yang tidak bisa berjalan ini terdengar seperti cerita mistik. Namun, ini adalah kasus nyata. Seorang pria Rusia Tenggara bernama Stepan Shakurov (45 tahun) memilih bekerja sebagai pembatas jalan selama 20 tahun. Tugasnya adalah mengatur lalu lintas dengan tangan dan menandai jalan dengan kantong pasir di berbagai kondisi cuaca. Pria itu biasanya menghabiskan waktu sekitar 8 jam sehari berdiri di tengah jalan dan tidak banyak bergerak. Akibat dari lama berdiri dengan posisi yang tidak melelahkan itu membuat tubuhnya terbiasa dengan posisi seperti itu. Namun seiring berjalannya waktu, tubunya mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan.

Mengenal Apa itu Rhabdomyolysis

Saat seseorang melakukan aktivitas fisik, terjadi bahwa sel-sel otot rusak. Ini adalah efek samping dari olahraga yang umum dan biasanya tidak menimbulkan efek berbahaya. Namun, jika Anda berolahraga terlalu lama, terlalu keras atau terlalu berat, maka kemungkinan Anda mengalami kondisi yang disebut rhabdomyolysis. Rhabdomyolysis adalah kondisi medis yang terjadi ketika jaringan otot rusak dan melepas protein ke dalam aliran darah. Ini terjadi ketika terlalu banyak sel otot rusak secara bersamaan, yang menyebabkan terlepasnya protein mioglobin ke dalam aliran darah.

Apa Hubungannya dengan Kasus Stepan Shakurov

Singkatnya, kasus Stepan Shakurov adalah contoh yang baik tentang bagaimana rhabdomyolysis dapat merusak tubuh. Setelah 20 tahun berdiri dalam posisi kurang bergerak, otot kakinya menjadi lelah. Kemudian, ia mengalami kondisi tekanan di otot-otot kakinya sehingga jaringan otot rusak dan melepaskan protein ke dalam sistem darah. Akhirnya, kondisi ini merusak ginjalnya dan membuatnya tidur selama seminggu di rumah sakit. Hal itu juga dikombinasikan dengan masalah jantung yang pernah ia alami sebelumnya, yang membuatnya benar-benar tidak bisa berjalan.

Pelajaran dari Kasus Stepan Shakurov

Kasus ini menjadi pelajaran bagi kita bahwa olahraga selama 8 jam per hari juga berisiko jika tidak dilakukan dengan intensitas yang tepat. Hal yang paling penting adalah menjaga intensitas olahraga yang harus dikenali bagi setiap individu dengan memperhatikan kecenderungan-bawaan dirinya atau melalui konsultasi dengan dokter atau pelatih olahraga agar aktivitas fisik tidak berlebihan.

Efek Berlebihan Olahraga terhadap Tubuh

Pada awalnya, olahraga terjadi pelepasan hormon sedatif alami yang membantu meredakan stres. Kondisi ini meningkatkan energi, meningkatkan semangat, dan menyegarkan pikiran. Namun, ketika olahraga berlebihan, efek kesehatan yang muncul sebaliknya. Tubuh Anda mulai merasakan kelelahan, susah tidur, dan merasa lelah terus-menerus.

Masalah yang Bisa Terjadi Akibat Olahraga Berlebihan

Olahraga berlebihan bisa menyebabkan masalah serius pada tubuh seperti rhabdomyolysis. Masalah kardiovaskular lainnya adalah serangan jantung, stroke, dan bahkan kematian mendadak. Beberapa gejala lain dari olahraga yang berlebihan adalah kelelahan yang terus-menerus, depresi, tekanan darah tinggi, masalah pencernaan, dan bahkan kelebihan berat badan, karena tubuh membakar lebih sedikit kalori dari yang diperlukan.

Sebaiknya Olahraga Berapa Kali dalam Seminggu?

Olahraga adalah penting bagi kesehatan tubuh, tetapi sangat penting untuk mengetahui batas kapasitas fisik kita sendiri. Idealnya, olahraga sebaiknya dilakukan selama 30-60 menit per sesinya, tiga atau empat kali seminggu. Jika kamu merasa sangat suntuk dengan posisi duduk, lakukanlah aktivitas yang dapat memudahkan menggerakkan otot kaki, seperti stretching atau menggerakan kaki.

Bagaimana Untuk Mengetahui Batas Kapasitas Fisik Sendiri?

Intensitas olahraga yang tepat adalah ketika kamu bisa berbicara dengan normal saat olahraga. Tanda bahwa intensitas olahraga sudah kelebihan adalah jika kamu tidak dapat berkata-kata dan bernafas. Pergilah ke dokter untuk memperoleh informasi tentang kemampuan Anda dan pastikan untuk menaikkan intensitas olahraga secara bertahap.

Olahraga yang Tepat untuk Menjaga Kesehatan

Olahraga merupakan aktivitas yang penting untuk menjaga kesehatan, tetapi tentu saja tidak boleh berlebihan. Olahraga yang tepat untuk dilakukan adalah menghindari olahraga fokus hanya pada satu anggota tubuh atau anggota tubuh lainnya. Cukup sekali-kali melakukan olahraga ringan seperti olahraga pernapasan, yoga atau meditasi bagi yang suka melakukan olahraga alternatif. Menjaga pola makan sehat juga diperlukan dalam menjaga kesehatan tubuh.

Olahraga yang terlalu berlebihan memang dapat membahayakan kesehatan tubuh kita. Tentu saja, olahraga penting, namun ada batasan kapasitas fisik kita sendiri. Dalam mengolahragakan diri, tentu saja penting untuk mengenal batas kemampuan dan intensitas olahraga kita sendiri melalui konsultasi pada dokter atau pelatih olahraga. Ingatlah bahwa kesehatan fisik juga ditunjang oleh pola makan sehat serta istirahat yang cukup bagi tubuh.

Originally posted 2023-03-27 14:37:24.

Exit mobile version