Pasca Meninggalnya Yevgeny Prigozhin, Putin Memerintahkan Pasukan Wagner Bersumpah Setia Kepada Rusia

Pasca Meninggalnya Yevgeny Prigozhin Putin Memerintahkan Pasukan Wagner Bersumpah Setia

Setelah Kematian Yevgeny Prigozhin, Putin Perintahkan Tentara Wagner Sumpah Setia pada Rusia

Pada bulan Januari 2021, Yevgeny Prigozhin, seorang pebisnis Rusia yang terlibat dalam perang di Suriah dan konflik di Afrika, dilaporkan meninggal dunia akibat Covid-19. Kematian Prigozhin ini diiringi dengan perintah dari Presiden Vladimir Putin kepada tentara Wagner untuk bersumpah setia pada Rusia. Kelompok tentara bayaran ini dikaitkan dengan Prigozhin dan aktif di berbagai daerah konflik di seluruh dunia.

Tentara Wagner adalah pasukan bayaran yang diduga memiliki hubungan dengan Prigozhin, sebuah lembaga yang tampaknya memainkan peran penting dalam kebijakan luar negeri Kremlin selama dekade terakhir. Wagner terlibat dalam konflik di Suriah, Libya, Republik Afrika Tengah, dan Ukraina, di mana mereka diklaim telah membantu pemberontak pro-Rusia.

Perintah Putin kepada Tentara Wagner untuk bersumpah setia pada Rusia bertujuan untuk memperkuat loyalitas mereka terhadap negara, bukan hanya kepada pengusaha dan politisi yang terhubung dengan mereka. Namun, beberapa pengamat menganggap bahwa tindakan itu bisa memperkuat posisi Prigozhin, yang diketahui dekat dengan Putin.

Kematian Prigozhin menimbulkan berbagai spekulasi tentang dampaknya pada aktivitas Tentara Wagner dan Gesellschaft zur Förderung der Russischen Kultur (Asosiasi untuk Mendorong Budaya Rusia), sebuah organisasi yang diduga merupakan kendaraan untuk memperluas pengaruh Rusia di negeri asing.

Meskipun Kremlin tidak secara resmi mengakui keterkaitan Prigozhin dengan Tentara Wagner, banyak terdapat bukti yang menunjukkan hubungan dekat antara keduanya. Sebagai tambahan, perusahaan Prigozhin, Concord Management and Consulting, dituduh terlibat dalam upaya pengaruh terhadap pemilihan presiden Amerika Serikat pada tahun 2016.

Kematian Prigozhin juga meninggalkan sejumlah besar pertanyaan tentang kebijakan luar negeri Rusia di masa depan. Dengan meninggalnya tokoh penting ini, beberapa pengamat berharap bahwa Rusia akan mengurangi aktivitas pasukan bayaran mereka dan fokus pada upaya diplomatik untuk menyelesaikan konflik.

Namun, tampaknya sebaliknya. Operasi militer Rusia terus dilakukan di Suriah, Libya, dan Ukraina, di mana Tentara Wagner aktif. Beberapa bulan setelah kematian Prigozhin, mereka bahkan terlihat sedang merekrut orang baru untuk bergabung dengan pasukan mereka.

Ketika Tentara Wagner diminta berkomentar tentang perintah Putin untuk bersumpah setia pada Rusia, mereka menolak untuk memberikan komentar resmi. Namun, beberapa anggota kelompok tersebut mengatakan bahwa mereka siap untuk melakukannya dan sudah bersumpah setia pada negara mereka.

Di akhir-akhir ini, Tentara Wagner telah mencoba memaksa keluar pemberontak di Suriah dan Libya. Mereka juga diketahui terlibat dalam pertempuran di Ukraina, merespons dukungan Barat untuk legitimasi pemerintahan Ukraine yang tidak diakui di Donetsk dan Lugansk.

Namun, jumlah kematian Tentara Wagner dalam konflik belum pernah diungkapkan secara resmi, meskipun beberapa laporan telah mengklaim bahwa pasukan Rusia mendapat banyak korban di jalan perang.

Pada akhirnya, perintah Putin untuk bersumpah setia pada Rusia menandakan upaya Kremlin untuk menjaga kontrol terhadap Tentara Wagner, serta mengurangi kemungkinan bahwa organisasi tersebut akan mengambil kebijakan yang menentang kepentingan negara Rusia. Meskipun demikian, kelompok ini masih menjadi tulang punggung kebijakan luar negeri Rusia, dan tidak sepenuhnya jelas bagaimana kematian Prigozhin akan mempengaruhi kebijakan mereka ke depan.

Original Post By Dmarket

Exit mobile version