Berita  

Sama Seperti Unila, Itera Juga Menolak Mahasiswa Diskusi Bersama Rocky Gerung

Sama Seperti Unila Itera Juga Menolak Mahasiswa Diskusi Bersama Rocky

Sama Seperti Unila, Itera Juga Tolak Mahasiswa Diskusi Bareng Rocky Gerung dalam bahasa Indonesia

Universitas Lampung (Unila) dan Institut Teknologi Sumatera (Itera) baru-baru ini memutuskan untuk menolak mahasiswa untuk mengadakan diskusi bersama Rocky Gerung. Keputusan ini diambil setelah pihak kampus merasa bahwa adanya diskusi tersebut dapat menimbulkan potensi konflik dan ketegangan di kalangan mahasiswa. Penolakan ini juga dilakukan untuk menjaga kondusifitas kampus dan menghindari terjadinya tindakan provokatif.

1. Keputusan Unila dan Itera dalam Menolak Mahasiswa Diskusi Bersama Rocky Gerung

Unila dan Itera memberikan alasan yang sama dalam menolak mahasiswa mengadakan diskusi dengan Rocky Gerung. Kedua universitas ini berpendapat bahwa adanya diskusi tersebut dapat mempengaruhi suasana akademik dan kampus yang harmonis. Mereka meyakini bahwa mahasiswa perlu fokus pada proses belajar mengajar dan pengembangan diri, daripada terlibat dalam kontroversi dan perdebatan yang tidak produktif. Dengan menolak diskusi tersebut, Unila dan Itera berharap dapat menciptakan lingkungan yang kondusif dan aman bagi seluruh civitas academica.

2. Potensi Konflik di Kalangan Mahasiswa

Penolakan Unila dan Itera terkait diskusi bersama Rocky Gerung didasarkan pada potensi konflik yang dapat muncul di kalangan mahasiswa. Mereka khawatir bahwa diskusi dengan narasumber kontroversial seperti Rocky Gerung dapat memicu perpecahan dan percekcokan antar mahasiswa yang berbeda pandangan. Kampus-kampus ini berusaha menjaga kebersamaan dan keharmonisan di antara para mahasiswa, sehingga mereka menganggap penolakan tersebut sebagai langkah yang diperlukan untuk mencegah terjadinya ketegangan yang tidak diinginkan.

3. Menjaga Kondusifitas Kampus

Kondusifitas kampus menjadi salah satu alasan kuat bagi Unila dan Itera dalam menolak diskusi bersama Rocky Gerung. Pihak kampus meyakini bahwa ketika mahasiswa terlibat dalam kontroversi politik atau ideologi tertentu, maka suasana belajar di kampus dapat terpengaruh. Mereka ingin menjaga kampus sebagai tempat yang aman dan nyaman bagi mahasiswa untuk belajar dan mengembangkan potensi diri. Dengan menolak diskusi tersebut, Unila dan Itera berharap dapat menjaga kualitas pendidikan dan suasana akademik yang baik di kampus mereka.

4. Menghindari Tindakan Provokatif

Tindakan provokatif menjadi perhatian utama Unila dan Itera dalam menolak mahasiswa untuk mengadakan diskusi bersama Rocky Gerung. Mereka meyakini bahwa adanya diskusi dengan narasumber kontroversial dapat memicu tindakan provokasi dari pihak yang tidak setuju dengan pandangan atau pendapat yang disampaikan. Untuk menghindari terjadinya konflik yang mungkin dapat memanas, Unila dan Itera memilih untuk tidak memberikan izin atas diskusi tersebut. Mereka percaya bahwa tindakan ini adalah langkah yang bijak untuk menjaga kedamaian dan harmoni di kampus.

Dengan penolakan ini, Unila dan Itera telah menegaskan komitmen mereka untuk menjaga kondusifitas dan suasana akademik yang baik di kampus. Meskipun keputusan ini tentu mengecewakan bagi sebagian mahasiswa yang ingin mendengar pandangan Rocky Gerung, namun mereka juga diingatkan untuk tetap fokus pada pendidikan dan pengembangan diri. Sebagai mahasiswa, penting untuk dapat memahami keputusan kampus dan menghormati kebijakan yang telah dibuat.

Original Post By Dmarket

Exit mobile version