Berita  

Azerbaijan Menggelar Serangan Baru, Potensi Perang Mendadak di Nagorno-Karabakh Meluas

Azerbaijan Menggelar Serangan Baru Potensi Perang Mendadak di Nagorno Karabakh Meluas

Azerbaijan Luncurkan Serangan Terbaru, Perang Berpotensi Kembali Meletus di Nagorno-Karabakh

Azerbaijan Luncurkan Serangan Terbaru, Perang Berpotensi Kembali Meletus di Nagorno-Karabakh

Belum lama ini, Azerbaijan meluncurkan serangan terbaru di Nagorno-Karabakh yang memicu kekhawatiran akan kembali meletusnya perang yang telah berlangsung selama beberapa dekade di wilayah ini. Serangan ini menyusul ketegangan yang terjadi antara Azerbaijan dan Armenia atas klaim wilayah Nagorno-Karabakh.

Kronologi Konflik Nagorno-Karabakh

Konflik Nagorno-Karabakh dimulai pada tahun 1988 ketika wilayah ini memproklamirkan kemerdekaannya dari Azerbaijan, yang kemudian diproklamirkan oleh Armenia. Pada tahun 1991, Azerbaijan merdeka dari Uni Soviet dan konflik semakin memanas di tahun-tahun berikutnya. Pada tahun 1994, gencatan senjata berhasil dicapai, tetapi tidak ada kesepakatan damai yang mencapai solusi atas klaim wilayah Nagorno-Karabakh. Pada tahun 2020, konflik ini kembali memicu kekerasan.

Serangan Terbaru Azerbaijan di Nagorno-Karabakh

Pada September 2020, Azerbaijan meluncurkan serangan terbaru di Nagorno-Karabakh yang memicu kekhawatiran akan meletusnya perang kembali di wilayah ini. Serangan ini dilaporkan mengakibatkan korban jiwa di kedua belah pihak. Azerbaijan menuduh bahwa serangan ini dilakukan sebagai respons terhadap pelanggaran gencatan senjata oleh Armenia, namun Armenia membantah tuduhan tersebut.

Saat serangan dilancarkan, Azerbaijan mengumumkan bahwa mereka berhasil merebut sejumlah wilayah yang disengketakan selama beberapa dekade. Namun, klaim ini dibantah oleh Armenia dan kedua belah pihak saling menyalahkan atas serangan tersebut.

Reaksi Komunitas Internasional

Setelah serangan terbaru Azerbaijan di Nagorno-Karabakh, komunitas internasional menyatakan keprihatinan dan menyerukan gencatan senjata. Beberapa negara seperti Rusia, Prancis, dan Amerika Serikat menyerukan dialog damai untuk mencapai solusi jangka panjang bagi konflik ini.

Sementara itu, Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa (OSCE) menyatakan keprihatinan atas eskalasi kekerasan dan menyerukan kedua belah pihak untuk menghormati gencatan senjata.

Masalah Terkait dengan Konflik Nagorno-Karabakh

Konflik Nagorno-Karabakh merupakan salah satu konflik tertua di dunia dan menyangkut masalah etnis dan kedaulatan wilayah. Nagorno-Karabakh merupakan wilayah mayoritas etnis Armenia yang diproklamirkan sebagai negara merdeka oleh pihak Armenia, namun tidak diakui oleh komunitas internasional. Azerbaijan memandang Nagorno-Karabakh sebagai wilayah yang sah berada dalam kendali mereka dan klaim tersebut didukung oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Masalah di Nagorno-Karabakh semakin rumit oleh fakta bahwa wilayah ini terletak di perbatasan tiga negara yaitu Azerbaijan, Armenia, dan Georgia. Selain itu, terdapat klaim yang saling bertentangan dan kepentingan politik yang berbeda di antara kedua belah pihak serta entitas-entitas lain yang berada di wilayah tersebut.

Kesimpulan

Situasi di Nagorno-Karabakh masih belum memunculkan berita baik. Serangan terbaru Azerbaijan dapat mengakibatkan perang berpotensi kembali meletus di wilayah yang melibatkan banyak kepentingan politik dan masalah yang saling bertentangan. Komunitas internasional menyerukan gencatan senjata dan dialog damai untuk mencapai solusi jangka panjang atas masalah Nagorno-Karabakh.

Setelah mempelajari kronologi dan konflik yang berkaitan dengan Nagorno-Karabakh, kita dapat memahami betapa kompleksnya masalah ini. Kita berharap bahwa kedua belah pihak dapat mencapai kesepakatan damai dan menyelesaikan masalah ini tanpa ada tindakan kekerasan yang lebih lanjut.

Original Post By Dmarket