Ekonomi Belum Pulih, Jangan Naikkan Harga Dulu

  • Share
Harga Enam Komoditas Naik Jelang Ramadan, Distribusi Migor Curah Seret

Dmarket.co.id – Dua pekan jelang Hari Raya Idul Fitri, harga bahan pokok (bapok) masih stabil. Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menjelaskan, per 18 April, rata-rata nasional seluruh bahan pokok stabil. Stoknya pun masih terjaga aman di pasaran.

Lutfi memerinci, untuk komoditas beras medium, rata-rata harganya Rp 14.400 per kg. “Harga ini turun 1,89 persen jika dibandingkan periode Idul Fitri tahun lalu,” ujarnya secara virtual kemarin (19/4).

Dia melanjutkan, beras premium dibanderol Rp 12.400 per kg. Harga terendah Rp 11.500 per kg di wilayah sentra produksi seperti Jawa dan Sulawesi. Serta tertinggi 13.500 per kg di wilayah Maluku dan Papua.

Kemudian, gula pasir dibanderol Rp 14.700 per kg, naik 2,8 persen dari bulan lalu. “Stoknya secara nasional masih cukup hingga dua bulan ke depan,” imbuh mantan Dubes RI untuk AS itu.

Lutfi menambahkan, harga daging sapi saat ini tercatat Rp 133.100 per kg, naik 0,6 persen dibanding pekan lalu yang Rp 132.300 per kg. “Secara keseluruhan harga daging sapi lebih rendah 0,8 persen dibandingkan Ramadan tahun lalu,” ungkapnya.

Sementara itu, harga daging ayam saat ini mencapai Rp 37.100 per kg. Turun 1,07 persen dari harga minggu lalu yang Rp 37.500 per kg. Kemudian, harga telur ayam Rp 26.100 per kg. Sedangkan harga bawang merah turun 2,61 persen dari pekan lalu. Saat ini harga bawang merah Rp 33.600 per kg, sedangkan pekan lalu Rp 34.500 per kg. Lalu, harga bawang putih berada di kisaran Rp 31.000 sampai Rp 33.000 per kg. Turun tipis 1,27 persen dari pekan lalu.

Harga cabai juga turun, bahkan cukup dalam hingga 13,2 persen dibanding pekan lalu. Harga cabai merah keriting Rp 42.000 per kg, cabai merah besar Rp 43.000 per kg, dan cabai rawit besar Rp 49.400 per kg.

“Dapat kami sampaikan juga harga kedelai hari ini telah turun menjadi Rp 13.900 per kg. Atau turun 0,71 persen dibanding minggu lalu. Berdasar perkembangan harga futures di bursa kedelai internasional, harga kedelai akan berangsur turun mulai akhir Mei tahun ini,” jelasnya.

Terpisah, Ekonom Core Indonesia Muhammad Ishak menuturkan, hingga saat ini tingkat konsumsi masyarakat belum pulih ke level prapandemi. Terlebih, upah riil relatif stagnan di level kelompok bawah. Sehingga, jika harga pangan terus naik, kesejahteraan masyarakat bisa menurun.

’’Sebanyak 70 persen konsumsi penduduk miskin itu makanan. Kalau pangan mengalami inflasi dan pendapatan mereka stagnan, otomatis kesejahteraan mereka akan turun,’’ terangnya secara virtual kemarin (19/4).

Dengan kondisi itu, Ishak mengimbau kepada pemerintah agar tidak menaikkan harga-harga. Khususnya komoditas yang harganya diatur oleh pemerintah. Mulai tarif dasar listrik hingga wacana kenaikan harga pertalite.

“Kondisi masyarakat yang masih recovery (sedang pemulihan) jangan sampai dihantam oleh kebijakan kenaikan harga. Dampaknya, kemampuan kelas menengah ke bawah untuk beli makanan akan terus menurun,” tuturnya.



#Ekonomi #Belum #Pulih #Jangan #Naikkan #Harga #Dulu

Sumber : www.jawapos.com

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.