Upaya Pulihkan Pariwisata Lebih Sulit karena Kondisi Tiap Negara Beda

  • Share
Upaya Pulihkan Pariwisata Lebih Sulit karena Kondisi Tiap Negara Beda

Dmarket.co.id – Sektor pariwisata terpukul cukup keras selama pandemi Covid-19. Bukan hanya Indonesia, pariwisata secara global juga melandai tanpa terkecuali. Berupaya menghidupkan lagi sinergi serta optimistis, Kamis (21/4) World Travel & Tourism Council (WTTC) menghelat WTTC Global Summit di Manila, Filipina.

President & CEO of the WTTC Julia Simpson menjelaskan, parameter-parameter sektor wisata di seluruh dunia menunjukkan perlambatan. Salah satunya, Filipina. Julia mengungkapkan, pariwisata negara itu anjlok hingga 80 persen. Sebelum pandemi, wisata di Filipina berkontribusi 22,5 persen terhadap PDB atau sekitar USD 92,6 miliar. Namun, akibat merebaknya virus SARS-CoV-2, sumbangannya anjlok 80,7 persen menjadi hanya sekitar USD 17,8 miliar pada 2020.

“Namun, pada 2021 kita melihat secercah harapan di masa yang sulit ini. Sinyal-sinyal recovery sudah muncul di Filipina. Sektor pariwisatanya meningkat menjadi USD 41 miliar,” ujar Julia saat berpidato di opening ceremony WTTC Global Summit 2022 kemarin.

Pertemuan akbar berbagai stakeholder industri pariwisata dari sejumlah negara itu kali pertama berlangsung secara tatap muka sejak pandemi. Total, ada 1.000 delegasi dari berbagai negara di seluruh dunia yang terdiri atas pelaku industri pariwisata bersama sektor pendukung lainnya.

“Kami berharap, dari event ini, muncul sinergi. Semua negara sekarang ingin membuka border. Semua ingin pariwisatanya bangkit lagi,” tuturnya.

Menurut Julia, tantangan pascapandemi adalah kolaborasi antarnegara. Yakni, membuat satu sistem persyaratan atau prosedur yang mudah dan bisa diterapkan di negara mana pun.

“Upaya recovery menjadi lebih sulit karena restriksi dan persyaratan berbagai negara masih berbeda-beda,” ungkapnya.

Secretary of the Philippine Department of Tourism Bernadette Romulo-Puyat mencontohkan Tiongkok dan Korea Selatan. Dua negara itu masih menerapkan pembatasan yang sangat ketat gara-gara tingginya kasus Covid-19.

“Padahal, keduanya merupakan penyumbang terbesar turis asing,” katanya.

Bagaimana langkah Indonesia untuk mempersiapkan diri berpartisipasi dalam upaya pemulihan pariwisata secara global? Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Nunung Rusmiati menjelaskan, banyak negara, termasuk Indonesia, yang sudah atau bersiap-siap mempercepat perubahan status dari pandemi menuju endemi.

“Diharapkan, industri pariwisata mulai bangkit tahun ini,” ujarnya.

Pemerintah Indonesia, yang kini juga menjadi Presidensi G20, telah memberikan relaksasi kepada pelaku perjalanan luar negeri (PPLN), baik untuk turis asing maupun WNI yang masuk Indonesia. Namun, dia berharap pemerintah konsisten menerapkan kebijakan dan tidak ada aturan yang menghambat arus perjalanan.

DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP PARIWISATA GLOBAL

– Sekitar 32 persen tempat wisata tutup.

– Kedatangan turis internasional turun 1 miliar.

– Kerugian industri hingga sebesar USD 1,3 triliun.

PROYEKSI PERTUMBUHAN GDP TRAVEL & TOURISM GLOBAL

Tahun | Nilai (USD Triliun) | Pertumbuhan YoY

2020 | 4,8 | -50,4%

2021 | 5,8 | 21,7%

2022 | 8,35 | 43,7%

2023 | 9,6 | 15,1%

Diolah dari berbagai sumber



#Upaya #Pulihkan #Pariwisata #Lebih #Sulit #karena #Kondisi #Tiap #Negara #Beda

Sumber : www.jawapos.com

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.