Pendampingan Nuril untuk Pelaku Usaha Kelautan & Perikanan Probolinggo

  • Share
Pendampingan Nuril untuk Pelaku Usaha Kelautan & Perikanan Probolinggo

Dmarket.co.id – Terjun ke masyarakat sebagai petugas pemberdayaan atau pendampingan, seringkali diidentikan dengan laki-laki. Namun nyatanya, perempuan juga mampu menjalankan peran tersebut dengan baik. Sebagaimana para tenaga pendamping perempuan dari Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP) yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Nuril Millati (37), pendamping perempuan Lokasi Layanan Pendampingan (LLP) Kabupaten dan Kota Probolinggo, memiliki pendekatan khas dalam menjalankan perannya. Ia lebih menggunakan pendekatan informal dibanding pendekatan formal, yakni bergabung dengan masyarakat yang tengah berkumpul santai.

Pada kesempatan itulah Nuril menyelipkan edukasi, misalnya terkait permodalan dan manajemen usaha. Meski memberikan kesan hangat, Nuril tetap bersikap profesional terhadap pelaku usaha kelautan dan perikanan baik yang sudah menjadi debitur maupun masih calon debitur. Sedari awal secara tegas ia menekankan pentingnya membayar pinjaman.

“Awal yang selalu saya tekankan, ketika pelaku usaha mengakses dana LPMUKP tidak membayar, maka dia akan merugikan seluruh masyarakat Indonesia. Begitupun sebaliknya, jika dia membayar akan bermanfaat juga untuk masyarakat Indonesia. Utang itu harus dibayar, jadi tolong komitmennya,” tegas pendamping yang telah bertugas sejak 2017 itu.

Berbagai masukan dan informasi diberikan Nuril untuk kemajuan usaha debitur binaannya. Diantaranya mengajari mereka dalam menghitung keuntungan bisnis secara spesifik, mendorong pengurusan sertifikat halal dari MUI dan BPOM, serta pembuatan NPWP. Mereka juga diberi pengetahuan tentang cara perhitungan bunga perbankan. Ini supaya ketika sudah selesai masa pinjaman di LPMUKP dan ingin mengembangkan usahanya lagi dengan modal dari bank, mereka sudah bisa memahami sistim perhitungannya.

Sebagai istri dan ibu dari empat orang anak, Nuril memiliki tantangan tersendiri. Ia harus pandai membagi waktu antara pekerjaan dan urusan rumah tangga. Setiap pagi setelah bangun tidur, ia terlebih dulu mempersiapkan keperluan anak dan suaminya. Barulah setelah itu ia berangkat menjalankan tugasnya sebagai pendamping. Setelah bekerja, malam hari Nuril masih mendampingi anak-anaknya belajar.

Editor : Mohamad Nur Asikin



#Pendampingan #Nuril #untuk #Pelaku #Usaha #Kelautan #Perikanan #Probolinggo

Sumber : www.jawapos.com

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *