Daya Beli Naik, CIMB Niaga Yakin Pengguna Kartu Kredit Naik 20 Persen

  • Share
Jawapos TV

Dmarket.co.id – Perekonomian Indonesia hingga kuartal II 2022 menunjukkan indikator positif meski di tengah tekanan eksternal. Indeks Keyakinan Konsumen Bank Indonesia (IKK) pada Mei 2022 berada di posisi 128,9. Angka tersebut merupakan rekor tertinggi dan meningkat tajam dari bulan sebelumnya di level 113,1.

PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) memanfaatkan momentum tersebut untuk meluncurkan kartu kredit digital OCTO Card, Rabu (22/6). Produk itu menyasar para digital savvy milenial yang menawarkan kemudahan proses pengajuan yang cepat. Cukup online melalui smartphone dan bisa langsung digunakan untuk bertransaksi.

Emiten bersandi saham BNGA itu menggandeng tiga principal. Yakni, PT JCB International Indonesia (JCB), PT Mastercard Indonesia (Mastercard), dan PT Visa Worldwide Indonesia (Visa). OCTO Card terintegrasi di dalam Super App OCTO Mobile. Sehingga nasabah bisa bertransaksi dengan praktis, aman, dan nyaman.

“Untuk belanja online di e-commerce maupun offline di berbagai merchant, cukup dengan sentuhan jari dari OCTO Mobile melalui fitur scan QRIS,” kata Direktur Consumer Banking CIMB Niaga Noviady Wahyudi dalam peluncuran OCTO Card di Menara Sentraya, Jakarta Selatan.

Noviady memperhatikan sentimen eksternal terkait gejolak perekonomian global seiring perang Rusia-Ukraina yang masih berlanjut dan inflasi Amerika Serikat (AS) yang tinggi. Artinya, ketidakpastian memang masih cukup tinggi dan tidak bisa diprediksi.

Meski begitu, pertumbuhan perekonomian nasional beberapa bulan terakhir terbilang solid. Seiring pelonggaran pembatasan mobilitas masyarakat dan persebaran SARS-CoV-2 yang terkendali.

:Customer confidence (berbelanja) saat ini sedang tinggi. Mungkin dipengaruhi selama dua tahun terakhir dalam kekangan. Ketika pembatasan mobilitas dilonggarkan, aktivitas masyarakat mulai normal. Saat ini momen memasuki masa libur sekolah,” bebernya.

Selama pandemi Covid-19, lanjut Noviady, consumer loan CIMB Niaga tercatat masih tinggi. Pada 2020 tumbuh 2 persen dan di 2021 naik 9 persen. Sedangkan pada 2022, total consumer loan tumbuh 13 persen per Mei.

Dari optimisme tersebut, dia menargetkan jumlah pengguna kartu kredit, termasuk OCTO Card, bisa meningkatkan 20 persen hingga akhir tahun ini. Saat ini, jumlah pengguna kartu kredit CIMB Niaga sebanyak 2,4 juta nasabah dengan juah transaksi yang meningkat 30 persen year-on-year (YoY) per Mei.

“Begitu pula volume transaksi naik 35 persen dibandingkan 2021. Harapan saya memang semua terkendali. Termasuk inflasi, suku bunga acuan The Fed, Bank Indonesia, dan harga komoditas tetap kami pantau,” terangnya.

Terpisah, Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro menyatakan, Mandiri Spending Index (MSI) menunjukkan indeks frekuensi belanja berada di level 185,5. Sedangkan, indeks nilai belanja naik ke level 159,9.

Tingkat belanja kembali meningkat sejak awal Maret 2022. Perbaikan tidak hanya terjadi di wilayah-wilayah yang terimbas kenaikan harga komoditas.

Tapi juga di wilayah yang mengandalkan pariwisata. Seperti di Bali dan Nusa Tenggara.

Dua daerah tersebut berangsur membaik sejak pertengahan tahun lalu. Tercatat selama periode Ramadan 2022 lalu mencapai 80,6. Angka tersebut merupakan level tertinggi selama pandemi.

“Belanja masyarakat mencapai level tertinggi sepanjang pandemi Covid-19. Ini mengindikasikan pemulihan ekonomi yang signifikan dibandingkan dengan periode dua tahun sebelumnya, beriringan dengan pelonggaran mobilitas masyarakat,” jelas Andry.

Dari sisi produksi, pemulihan ekonomi sektoral menunjukan arah yang semakin solid. Pertumbuhan ekonomi sektoral semakin kuat, impor bahan baku, dan barang modal meningkat.

Ini mengindikasikan pergerakan ekonomi yang terus membaik. Ekspor juga tumbuh memanfaatkan peluang pasar yang membaik di negara-negara tujuan ekspor sejalan dengan pemulihan ekonomi global.

“Nowcasting kami sementara ini pertumbuhan kuartal II akan berkisar 5,2 persen sampai 5,3 persen,” paparnya.

Meski demikian, Andry menyebut pemulihan ekonomi dihadapkan dengan sejumlah tantangan yang perlu diantisipasi. Antara lain, kenaikan harga-harga energi seperti minyak, gas, dan batubara.

Begitu juga kenaikan harga pangan yang akan meningkatkan biaya produksi dan konsumsi. Sebab, produsen akan meningkatkan harga jual di tingkat konsumen alias pass-through.

“Terakhir, risiko rupiah terdepresiasi yang dapat meningkatkan biaya-biaya dari bahan baku impor,” tandasnya.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Agas Putra Hartanto



#Daya #Beli #Naik #CIMB #Niaga #Yakin #Pengguna #Kartu #Kredit #Naik #Persen

Sumber : www.jawapos.com

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.