Pertamina Verifikasi Penerima Subsidi BBM hingga 15 Juli

  • Share
Pertamina Verifikasi Penerima Subsidi BBM hingga 15 Juli

Pelat Kuning-Angkutan Barang Tetap Berhak Dapatkan Solar Bersubsidi

Dmarket.co.id – Pertamina terus mematangkan kebijakan pembelian BBM melalui aplikasi MyPertamina. Sesuai rencana, kebijakan tersebut bakal diterapkan secara bertahap mulai 1 Juli 2022.

Pjs Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Subholding Commercial & Trading Pertamina Irto Ginting menuturkan, untuk implementasi tahap I, ada sebelas daerah yang bakal menerapkan kebijakan tersebut.

Lantas, kepada siapa saja kebijakan itu diperuntukkan? Irto menjelaskan, khusus untuk pertalite, hingga saat ini belum ada kriteria khusus jenis kendaraan apa saja yang berhak. Sebab, kriteria peruntukan kendaraan masih menunggu finalisasi revisi Perpres 191 Tahun 2014.

’’Selama proses pendaftaran dalam dua minggu, pembelian pertalite masih seperti biasa. Ini salah satu bentuk sosialisasi,’’ ujarnya kepada Jawa Pos kemarin (28/6).

MyPertamina adalah aplikasi layanan keuangan digital dari Pertamina yang terintegrasi dengan aplikasi LinkAja. Mirip platform e-money lain seperti OVO, DANA, dan lainnya. Aplikasi itu digunakan untuk pembayaran BBM secara nontunai di stasiun pengisian bahan bakar umum Pertamina.

MyPertamina dapat di-download di Play Store (Android) dan App Store (iOS). Siapa pun boleh mendaftarkan kendaraannya melalui MyPertamina. Nanti Pertamina melakukan verifikasi dan pencocokan data lebih lanjut. Hasil verifikasi itu akan menentukan apakah yang bersangkutan berhak menerima BBM bersubsidi. Irto belum memastikan kapan revisi Perpres 191 Tahun 2014 tersebut rampung. Karena itu, hingga saat ini pertalite masih disalurkan seperti biasa.

Sementara itu, pembelian solar masih sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan sebelumnya. ’’Untuk solar sudah ada aturannya sesuai dengan kriteria pada Perpres 191 Tahun 2014,’’ imbuhnya.

Dia mengimbau agar kendaraan industri dan masyarakat mampu membeli BBM nonsubsidi. ’’Dengan demikian, solar subsidi bisa lebih tepat sasaran ke mereka yang berhak dan membutuhkan,’’ jelasnya.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat Eko Kristiawan menyampaikan, pada periode 1 Juli nanti, ada empat kota/kabupaten di Jawa Barat yang melakukan uji coba transaksi pertalite dan solar bagi pengguna kendaraan roda empat terdaftar.

”Kota Bandung, Kota Sukabumi, Kota Tasikmalaya, dan Kabupaten Ciamis akan menjadi daerah yang terlebih dahulu dilakukan pendataan melalui laman subsiditepat.mypertamina.id untuk pendaftaran masyarakat,’’ ujar Eko.

Dia menekankan bahwa Pertamina Patra Niaga sebagai operator yang ditunjuk pemerintah dalam penyaluran BBM subsidi harus mematuhi regulasi. Antara lain, memastikan penyaluran pertalite dan solar tepat sasaran dan tepat kuota. ’’Perlu diketahui bahwa di empat kota/kabupaten ini masyarakat tidak perlu khawatir apabila belum mengunduh aplikasi MyPertamina. Sebab, registrasi bisa dilakukan melalui situs subsiditepat.mypertamina.id tersebut,’’ katanya.

Eko melanjutkan, jika kendaraan dan identitas masyarakat sudah terkonfirmasi dan terdaftar, sistem akan mengirim QR code unik yang dapat digunakan melalui aplikasi MyPertamina. Bisa juga di-print atau disimpan di galeri ponsel masing-masing. QR code tersebut nanti dicocokkan datanya di SPBU sebelum Pertamina melayani transaksi pertalite dan solar. ’’Jadi, pembayaran pun masih sama seperti transaksi biasa. Masyarakat memiliki banyak opsi, mulai dari pembayaran tunai (cash), kartu kredit/debit, ataupun pilihan nontunai lainnya, tidak terbatas hanya menggunakan MyPertamina,’’ tambah Eko.

Selanjutnya, uji coba di wilayah lain akan dilakukan secara bertahap sambil memastikan kesiapan infrastruktur dan sistem. Masyarakat dapat menghubungi Pertamina Call Center (PCC) 135 serta media sosial resmi @ptpertaminapatraniaga dan @mypertamina untuk informasi lebih lanjut.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Organda Ateng Aryono mengatakan, pihaknya belum menerima petunjuk teknis lebih jauh mengenai regulasi tersebut. Namun, pada dasarnya, Organda akan mendukung kebijakan dan upaya pemerintah dalam menertibkan pembelian BBM agar sesuai dengan target pasar. ”Kami sudah sangat siap jika yang diperlukan adalah registrasi kendaraan atau pendataan armada. Sebab, sebelum ada skema seperti ini, kami sudah punya semua database armada kita,” ujar Ateng kemarin (28/6).

Pada bagian lain, Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jawa Timur (Jatim) Sundoro mendukung penuh proyek percontohan penyaluran BBM subsidi di Indonesia. Menurut dia, sudah seharusnya BBM subsidi tersalurkan ke kendaraan yang tepat. Karena itu, dia tak mempermasalahkan kalau sistem tersebut akhirnya disamaratakan di semua wilayah. ’’Sekarang simpulnya ada di Pertamina. Apakah siap mengimplementasikan kebijakan tersebut di seluruh Indonesia,’’ ujarnya.

Dia mengatakan, aturan bahwa pertalite atau biosolar tak boleh dikonsumsi kendaraan mewah sudah disebut sejak lama. Namun, kenyataannya masih banyak penyelewengan di lapangan. Karena itu, pengusaha truk seperti dia mengaku khawatir jika ada pembatasan BBM. Selama pemerintah bisa menepati kuota truk angkutan barang sesuai kebijakan, Sundoro mengatakan bahwa pihaknya tak akan mengeluh saat harus menggunakan aplikasi dalam pembelian BBM. ’’Seperti yang sudah kami tegaskan berkali-kali. Kami senang melakukan kebijakan apa pun itu, termasuk kenaikan harga, selama tidak ada kelangkaan,’’ imbuhnya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : dee/bil/agf/c6/oni



#Pertamina #Verifikasi #Penerima #Subsidi #BBM #hingga #Juli

Sumber : www.jawapos.com

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.