PJB Persiapkan Sistem Subholding Pembangkit Listrik

  • Share
Jawapos TV

Dmarket.co.id – PT Pembangkit Jawa Bali (PJB) menyambut baik rencana holding BUMN kelistrikan di Indonesia. Mereka mengaku sedang mendorong sinergi antar pemangku kepentingan untuk bisa mewujudkan visi produk energi yang lebih baik di Indonesia.

Direktur Utama PT PJB Gong Matua Hasibuan mengatakan, wacana subholding pembangkitan tenaga listrik bakal menjadi peluang sekaligus tantangan untuk masa depan. Pasalnya, hal tersebut bakal membuat pergeseran di industri pembangkitan listrik termasuk untuk PJB.

’’Dengan transformasi ini, aset yang dikelola PJB diharapkan bisa meningkat. Namun, tugasnya otomatis jauh lebih berat,’’ paparnya dalam pembukaan PowerXellence PJB Services Expo & Conference (PowerX) 2022 di Sidoarjo beberapa waktu lalu.

Saat ini, anak perusahaan PLN itu memiliki delapan unit pembangkitan listrik di Indonesia. Aset tersebut mempunya kapasitas total sebesar 7.054 MW. Selain itu, pihaknya juga melakukan riset untuk pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Cirata. Namun, sebagian besar memang terdapat di wilayah Jawa.

Sedangkan, beberapa pembangkit di luar Jawa memang masih dimiliki oleh PT PLN melalui unit induk pembangkitan. Membuat subholding pembangkitan listrik otomatis bakal menyatukan aset dalam satu wadah. ’’Yang menjadi tantangan adalah, bagaimana kita bisa mengubah sistem pembangkitan yang masih didominasi oleh energi fosil menuju energi yang lebih ramah. Seperti kita tahun, bauran energi terbarukan di Indonesia ditargetkan mencapai 51 persen pada 2030,’’ paparnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT PJB Services, acara konferensi terbaru mereka memang ditujukan untuk meningkatkan sinergi untuk industri pengelolaan pembangkit listrik. Menurutnya, tuntutan produksi listrik semakin besar. Misalnya, aliran listrik untuk konsumen industri yang tak boleh pada bahkan sedetik pun.

Hal tersebut dikarenakan mesin produksi industri yang butuh waktu pemanasan cukup lama. Sekali mati meskipun hanya sekejap, mereka harus memulai proses persiapan dari awal. Insiden tersebut diakui bisa membuat industri rugi miliaran. ’’Listrik sudah tak boleh lagi berkedip bahkan satu kali pun. Karena itu, forum ini diharapkan bisa membuat operasional pembangkit listrik bisa lebih efisien dan andal,’’ paparnya.

Hingga saat ini, anak usaha PJB yang khusus melakukan operasional pembangkit di bawah 100 MW itu sudah menjalankan 32 lokasi pembangkit di seluruh Indonesia. Total kapasitasnya sudah mencapai 4.425 MW. Dia mengatakan bahwa pihaknya akan terus bekerja sama dengan banyak penyedia layanan dan teknologi untuk bisa melakukan operasional yang baik.



#PJB #Persiapkan #Sistem #Subholding #Pembangkit #Listrik

Sumber : www.jawapos.com

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.