Koordinasi Fiskal-Moneter untuk Cegah Stagflasi

  • Share
Jawapos TV

Dmarket.co.id – Ancaman lonjakan inflasi masih membayangi pergerakan ekonomi tahun ini. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada bulan lalu, rata-rata kenaikan harga barang dan jasa mencapai 0,61 persen secara month-to-month (MtM) dan tercatat 4,35 persen secara year-on-year (YoY).

“Secara YoY, tertinggi sejak Juni 2017. Saat itu inflasinya mencapai 4,37 persen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono Jumat (1/7).

Inflasi tahun kalender selama semester pertama sudah mencapai 3,19 persen. Padahal, proyeksi awal tahun inflasi sebesar 2–4 persen. Artinya, pemerintah harus berupaya menjaga laju inflasi agar sesuai dengan target pemerintah.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan, koordinasi untuk mencegah risiko stagflasi telah dilakukan. Bersama stakeholder, pemerintah menjaga stabilitas harga dengan tetap mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Di situlah koordinasi fiskal dan moneter sangat penting,” tegasnya.

Tahun ini, lanjut dia, pemerintah telah menaikkan subsidi energi (premium, solar, listrik, dan LPG) serta meningkatkan bansos. Subsidi itu menunjukkan bahwa pemerintah masih memiliki ruang fiskal.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : (dee/bil/han/c14/dio)



#Koordinasi #FiskalMoneter #untuk #Cegah #Stagflasi

Sumber : www.jawapos.com

  • Share
Exit mobile version