Aliran Modal Asing Masuk Terancam Seret, Jaga Stabilitas Kurs Rupiah

  • Share
Jawapos TV

Dmarket.co.id – Potensi risiko resesi akibat tingginya inflasi di sejumlah negara maju dan berkembang akan berdampak pada perlambatan ekonomi global. Tekanan eksternal itu cepat atau lambat akan memengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Imbasnya, kinerja investasi dan ekspor bakal terganggu.

“Selain itu, perlambatan ekonomi serta peningkatan inflasi global mendorong risk-off sentiment di pasar keuangan global yang selanjutnya berpotensi membatasi aliran modal asing ke pasar keuangan negara berkembang. Termasuk pasar keuangan Indonesia,” ungkap Chief Economist Permata Bank Josua Pardede saat dihubungi Jawa Pos Minggu (3/7).

Karena itu, lanjut dia, penguatan konsumsi domestik akan dapat membatasi potensi penurunan investasi dan volume ekspor. Modal kuat yang dimiliki Indonesia, seperti kontribusi konsumsi domestik yang solid didukung momentum kenaikan harga komoditas global, membuat surplus neraca transaksi berjalan.

“Sehingga mampu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah,” ucapnya.

Menurut dia, nilai tukar rupiah yang cenderung stabil serta peningkatan inflasi fundamental yang belum signifikan menjadi pertimbangan BI masih mempertahankan suku bunga acuan. Namun, bank sentral mulai melakukan normalisasi likuiditas dengan menaikkan giro wajib minimum (GWM).

“BI akan melakukan normalisasi pada suku bunga acuan BI apabila inflasi fundamental sudah menunjukkan tren peningkatan yang signifikan,” ujarnya.



#Aliran #Modal #Asing #Masuk #Terancam #Seret #Jaga #Stabilitas #Kurs #Rupiah

Sumber : www.jawapos.com

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.