Peluang Usada dari Bengkel Paint and Body Repair Skala Kecil

  • Share
Jawapos TV

Indonesia menjadi pasar potensial bagi pertumbuhan industri otomotif. Dalam setahun, pasar mampu menyerap penjualan sekitar 1 juta unit produk baru. Itu belum termasuk geliat transaksi jual beli mobil bekas. Sisi positifnya, kondisi tersebut mengerek peluang usaha pendukungnya. Misalnya, bengkel paint and body repair.

TOMY Irawan baru saja memulai usaha pada 2019 sebelum badai pandemi Covid-19 melanda. Sebelumnya, dia bekerja sebagai teknisi di bengkel body repair resmi agen pemegang merek (APM). Keputusan nekatnya pun berbuah manis. Meski usahanya relatif baru, Tomy sudah memiliki banyak pelanggan.

Bengkel bernama ABR Auto Workshop yang dibangun di sekitar Ciledug, Tangerang, memang masih relatif kecil karena hanya mampu menampung sekitar 6–7 mobil. Namun, setiap hari slot itu selalu terisi oleh kendaraan customer.

”Untuk modal, kami bisa bagi skala bengkel. Mulai kecil, menengah, sampai besar. Untuk bengkel skala kecil, modal sekitar Rp 10 juta–Rp 50 juta, menengah bisa di kisaran Rp 200 juta, bengkel besar dari Rp 500 juta sampai miliaran rupiah,” jelas Tomy mengenai modal dan persiapan yang dibutuhkan saat ingin membangun sebuah bengkel body repair. Perbedaan jumlah modal itu sudah mencakup sewa lokasi dan pengadaan peralatan.

Menurut Tomy, bengkel body repair menawarkan jasa perbaikan bodi dan cat mobil yang rusak atau lecet akibat kecelakaan kecil sampai berat. Karena itu, lokasi dan lahan luas akan menjadi keuntungan. ”Tentunya semakin besar kapasitas bengkel, kapasitas peralatan juga harus ditingkatkan dan ditambah,” ujarnya.

Selain itu, bengkel paint and body repair terbagi menjadi beberapa jenis fasilitas. Yakni, cat oven dan nonoven. Fasilitas cat oven, lanjut Tomy, meningkatkan potensi hasil pengerjaan yang lebih steril dan rapi. Namun, hal tersebut tak lantas wajib. Bengkel skala kecil dan menengah tetap dapat mengerjakan perbaikan dan pengecatan mobil dengan metode nonoven.

”Hasilnya tetap sama bagus jika prosedur perbaikan dan pengecatan serta bahan yang dipilih tepat. Fasilitas oven butuh porsi modal yang cukup besar. Dengan dana Rp 500 jutaan, kita hanya bisa mendapatkan oven dengan status second. Jika semua alatnya baru, modal yang dibutuhkan bisa mencapai miliaran rupiah,” ungkapnya.

Peralatan yang dibutuhkan untuk bengkel skala kecil dan menengah hanya berkisar pada tools standar untuk membongkar mobil dan alat kompresor untuk membantu pengecatan. Alat-alat pengecatan meliputi spray gun dan sebagainya serta modal stok bahan painting.

”Memiliki pengalaman atau background di bidang body repair jelas sebuah keunggulan. Jika tidak punya, asal memiliki koneksi yang menguasai bidang ini atau belajar mengenai ilmu body repair bisa dimudahkan dengan adanya banyak platform seperti YouTube dan sebagainya,” papar Tomy yang sudah bekerja selama 10 tahun di bengkel body repair APM.

Bagaimana potensi omzet? Tomy membeberkan bahwa bengkel yang dimilikinya berskala kecil yang hanya muat enam mobil. Jasa perbaikan dan pengecatan full body berkisar Rp 6 juta–Rp 8 juta bergantung ukuran mobil. Bengkel juga menawarkan perbaikan ringan atau biasa disebut per panel dengan harga mulai Rp 300 hingga Rp 500 per panel atau bisa lebih. Merujuk ukuran yang perlu diperbaiki.

Dengan okupansi bengkel yang selalu penuh, Tomy bisa meraup omzet rata-rata sekitar Rp 40 juta–Rp 50 juta per bulan. Angka tersebut merupakan pendapatan kotor belum dipotong dengan biaya belanja bahan dan menggaji karyawan.

Untuk karyawan, Tomy dibantu 2–3 mekanik dengan status freelance. ”Masih freelance karena saya masih in charge di hampir semua tahap perbaikan,” katanya.

Meski harus bersaing dengan bengkel besar atau bengkel resmi dari APM, peluang usaha body repair kecil masih ada. Keunggulan yang ditawarkan adalah konsumen dapat secara transparan memilih bahan dan jasa yang dikehendaki.

”Sehingga bisa menyesuaikan bujet. Misalnya, jika konsumen hanya punya dana sekian, kami bisa diskusikan untuk mencari bahan yang lebih terjangkau. Jadi, tidak dipatok harga tinggi,” jelas Tomy.

Artinya, harga perbaikan yang ditawarkan jauh lebih kompetitif. ”Saya yakin market dan pasar body repair akan terus ada. Selama penjualan otomotif tinggi, tentunya kebutuhan untuk jasa perawatan dan perbaikan juga akan mengikuti,” tuturnya.

 



#Peluang #Usada #dari #Bengkel #Paint #Body #Repair #Skala #Kecil

Sumber : www.jawapos.com

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.