Tentukan Target Sekolah dan Estimasi Biaya sejak Dini

  • Share
Jawapos TV

Memikirkan biaya pendidikan anak di zaman sekarang bisa bikin geleng-geleng kepala ya, Bun. Mulai TK hingga perguruan tinggi, semua membutuhkan pengeluaran yang tidak tanggung-tanggung. Perencanaan keuangan sangat penting agar kondisi finansial keluarga tetap stabil dan pendidikan anak optimal.

RENCANA keuangan yang baik adalah perencanaan yang dilakukan secara mindful atau dipikirkan dengan matang. Karena itu, orang tua tidak boleh tergesa-gesa dalam menyusun rencana keuangan, khususnya untuk pendidikan anak. ”Biaya pendidikan mengalami kenaikan setiap tahun seiring inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Selain itu, nominalnya cukup besar sehingga semakin cepat kita memulai mengumpulkan dana pendidikan anak, akan semakin ringan jumlah yang harus disisihkan setiap bulannya,” ujar Riza Selfiana SPsi CFP QWP, principal financial expert Tentang Anak.

Dengan pertimbangan tersebut, sejak awal orang tua perlu menentukan target sekolah dan perkiraan kebutuhan biayanya. Kebutuhan biaya yang dimaksud mencakup uang pangkal, biaya pendaftaran, biaya tes masuk, dan lainnya.

Perlu diingat juga bahwa kebutuhan biaya berbeda-beda, bergantung pada jenjang pendidikan, daerah, dan jenis sekolahnya. Untuk itu, lebih baik dicari tahu langsung ke sekolah/kampus terkait agar orang tua bisa mendapatkan gambaran yang sesuai.

Langkah selanjutnya adalah memperhitungkan kenaikan biaya atau inflasi. ”Ini juga sesuatu yang sebaiknya dicek langsung ke sekolah atau kampus terkait sehingga kita bisa memperkirakan biaya yang perlu dipersiapkan di masa depan secara lebih nyaman. Apabila data ini tidak tersedia, kita bisa menggunakan data BPS yang tersedia per daerah dan jenjang pendidikan sebagai patokan,” jelas Riza.

Setelah dua tahap tersebut, orang tua dapat menghitung jangka waktu menabung sekaligus menentukan instrumen investasi yang disesuaikan dengan jangka waktu dan profil risiko kita sebagai investor. ’’Untuk jangka pendek, misalnya kurang dari lima tahun, sebaiknya menggunakan instrumen investasi yang stabil,” papar Riza.

Untuk jangka panjang, sebaiknya digunakan instrumen yang menghasilkan keuntungan lebih besar guna meringankan beban keuangan. ”Namun, masih harus tetap sesuai dengan profil risiko kita,” lanjutnya.

Pentingnya perencanaan keuangan untuk pendidikan anak tersebut disetujui oleh Eka Susanti, ibu tiga anak. Hal itu dipelajarinya dari orang tua. ”Dengan perencanaan keuangan, orang tua saya berhasil memberi kelima anaknya pendidikan yang layak. Itu yang membuat saya ingin menerapkannya pada anak-anak,” tuturnya.

Eka menerangkan bahwa awalnya dirinya memakai asuransi pendidikan sebagai investasi. ”Namun setelah kelahiran anak kedua dan ketiga, saya memilih untuk menabung secara pribadi,” ucapnya.

Ketika melakukan perencanaan keuangan untuk pendidikan anak, pasti tidak luput dari pilihan antara sekolah negeri dan swasta. Dua opsi tersebut perlu disesuaikan dengan kompetensi dan lingkungan seperti apa yang orang tua inginkan untuk anak.

Orang tua harus menghitung juga additional cost atau biaya tambahan seperti uang les, study tour, hingga iuran orang tua. Orang tua dianjurkan survei secara menyeluruh ketika menentukan pilihan jalur pendidikan. Setelah itu, mulai menetapkan target ideal untuk anak-anaknya.

”Kemudian, barulah komponen perhitungan biaya dan investasi pendidikan dilakukan dan dijalankan,” ungkap Riza. Terakhir, dalam mempersiapkan perencanaannya, pastikan melakukan setiap tahapan dengan teliti dan mencari informasi dari sumber yang kredibel atau tepercaya.



#Tentukan #Target #Sekolah #dan #Estimasi #Biaya #sejak #Dini

Sumber : www.jawapos.com

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.