RI Bakal Impor Gas dari UEA, Ini Penjelasan Mendag Zulhas

  • Share
Subsidi Energi Tembus Rp 500 T, Ini Solusi dari Mendag untuk Menghemat

Dmarket.co.id – Pemerintah Indonesia berencana mendatangkan gas dari Uni Emirat Arab (UEA) untuk keperluan pupuk dalam negeri. Hal itu disampaikan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan saat ditemui awak media usai konferensi pers 100 Hari Kinerja Mendag, Minggu (25/9).

Zulhas – sapaan akrabnya, menjelaskan rencana pemerintah itu dilakukan sebagai upaya penataan pangan yang dinilai sangat penting untuk mewujudkan swasembada pangan. Nantinya, kata dia, gas itu secara khusus akan menjadi bahan baku pembuatan pupuk nasional yang berada di Aceh.

“Pak Erick (Thohir), Menteri BUMN, sudah bekerja akan mendatangkan gas dari UEA, akan memberi kita dalam harga USD 6, tapi khusus untuk pupuk dan (pabrik pupuk) yang di Aceh,” kata Zulhas dalam konferensi pers 100 Hari Kinerja Mendag di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat.

Zulhas tidak merinci berapa banyak gas yang akan diimpor untuk digunakan sebagai bahan baku pupuk. Ia hanya mengatakan apabila impor tersebut bisa direalisasikan, maka diharapkan bisa cukup untuk memenuhi kebutuhan petani agar bisa menggenjot produktivitasnya.

Dalam prosesnya, Zulhas menambahkan saat ini pihaknya masih menunggu surat persetujuan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Ia berharap surat tersebut dapat segera keluar sehingga pabrik di Aceh bisa langsung memproduksinya menjadi pupuk. Bahkan, ia mempersilakan Menteri ESDM Arifin Tasrif untuk mengirimnya melalui aplikasi WhatsApp.

“Sampai sekarang saya belum ada permohonan dari Menteri ESDM. Saya bilang kalau ada suratnya, WA saya besok langsung saya tanda tangan untuk mendatangkan gas dari UEA ke Aceh, bisa diproses untuk pupuk sehingga pupuk kita bisa lebih banyak,” jelas Zulhas.

Lebih lanjut, Zulhas berkeinginan untuk membuat kesejahteraan petani meningkat. Sebab menurutnya petani saat ini bukanlah produsen, melainkan buruh tani. Terutama petani padi.

Menurutnya, saat ini kondisi petani padi di Indonesia itu sedikit yang memiliki tanahnya sendiri. Rata-rata mereka, kata Zulhas, harus membagi dua hasilnya.

Oleh sebab itu, dia mendorong adanya pembenahan sistem pangan mulai dari petani. Salah satunya untuk intervensi Bulog terkait harga hasil petani. Jika tidak dibenahi, menurutnya masyarakat tidak ada lagi yang mau menjadi petani.

“Petani padi itu memang sunset menurut saya, tidak ada yang mau lagi. Apalagi sekarang petani padi itu tanahnya sewa juga,” tandasnya.

Editor : Edy Pramana

Reporter : R. Nurul Fitriana Putri



#Bakal #Impor #Gas #dari #UEA #Ini #Penjelasan #Mendag #Zulhas

Sumber : www.jawapos.com

  • Share
Exit mobile version