Seminggu Daging Sapi dan Turunannya Dilarang Masuk Kupang

  • Share
Seminggu Daging Sapi dan Turunannya Dilarang Masuk Kupang

Dmarket.co.id – Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) Roy Nicholas Mandey mengatakan sejak pekan lalu daging sapi dan produk turunannya dilarang masuk ke wilayah Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Itu disebabkan adanya pengetatan terkait pencegahan penyakit mulut dan kuku (PMK) yang tertuang dalam instruksi gubernur (ingub).

Ia menilai ingub tersebut keluar tiba-tiba tanpa adanya sosialisasi dan koordinasi dengan pelaku usaha. Adapun dampaknya, pelaku usaha mengalami kesulitan untuk melakukan suplai daging sapi beserta turunannya seperti susu, abon sapi hingga yogurt di wilayah tersebut.

“Tiba-tiba keluar instruksi gubernur daging sapi dilarang masuk beserta seluruh turunannya di Kupang. Sudah seminggu lalu karena (mencegah) PMK,” kata Roy ditemui di Gedung Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Minggu (26/9).

Terkait itu, Roy menyebut pihaknya sudah melakukan komunikasi dan koordinasi lebih lanjut dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang memiliki poksi untuk mengatur karantina. Bahkan, Roy mengaku kaget karena pengetatan yang berbuntut pada pelarangan terkait PMK hanya terjadi di Kupang.

Ia menilai, jika pengetatan perlu untuk dilakukan alangkah lebih baik ada pembahasan solusi terlebih dahulu. Terutama dengan pelaku usaha. Sehingga, kata dia, pihaknya dapat dengan mudah menjelaskan kepada masyarakat yang sedang mencari kebutuhan pokoknya sehari-hari jika mendadak tidak ditemukan di pasar retail.

“Kalau kita jelaskan ini karena takut bahaya PMK, PMK apa? Kok nggak ada pengumuman nasional nggak ada pengumuman secara umum,” ujar Roy.

“Artinya begini, kalo memang itu merupakan bagian yang menjadi satu larangan mestinya harus ada koordinasi antara pemerintah daerah dan pusat, BPOM misalnya. Bukan serta merta dari daerah karena kan musti diverifikasi dong bagaimana kondisinya sehingga daging apasih yang sebenarnya (boleh) masuk ke sana ya kemudian memberi dampak apa,” imbuhnya.

Untuk diketahui, Pemerintah Provinsi NTT per tanggal 16 Agustus 2022 menerbitkan Instruksi Gubernur Nomor 02/DISNAK/2022 tentang Pencegahan Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Dalam aturan tersebut pihaknya melarang sementara pemasukan ternak sapi, kerbau, kambing, domba dan babi serta produk asal ternak (daging, susu, semen dan kulit) dari daerah tertular PMK.

Meski begitu, pihaknya mengecualikan terhadap susu bubuk untuk bayi di bawah dua tahun dan anak di bawah lima tahun dari pabrik pengolahan susu yang telah teregistrasi BPOM. Serta telah memiliki hasil pemeriksaan dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) bebas PMK dari laboratorium Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) Surabaya sebagai laboraorium rujukan PMK dan Sertifikat Veteriner daerah asal.

Terakhir, Pemprov NTT mensyaratkan telah dilakukannya desinfeksi terhadap alat transportasi dan media pembawa oleh petugas karantina pertanian pada pintu keberangkatan dan kedatangan.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : R. Nurul Fitriana Putri



#Seminggu #Daging #Sapi #dan #Turunannya #Dilarang #Masuk #Kupang

Sumber : www.jawapos.com

  • Share
Exit mobile version