Antisipasi Resesi 2022, Pemerintah Diminta Bijak Kelola APBN

  • Share
Antisipasi Resesi 2022, Pemerintah Diminta Bijak Kelola APBN

Dmarket.co.id – Indonesia terancam mengalami resesi 2023 akibat tekanan ekonomi global yang semakin kuat. Negeri ini dibayangi menjadi negara berpendapatan menengah. Kondisi ini tentu mengancam program Indonesia emas pada 2045.

Ketua Bidang Perdagangan dan Perindustrian DPP Generasi Muda Pembaharuan (Gempar) Indonesia, Maudy Cancera Palar mengatakan, resesi 2023 menandakan dunia sedang tidak baik-baik saja. Perlambatan pertumbuhan ekonomi secara signifikan menyebabkan naiknya tingkat suku bunga yang begitu tinggi.

“Di tengah inflasi yang sangat tinggi, kita perlu mengapresiasi pemerintah bahwa pemerintah berhasil menekan inflasi di angka 4,7 persen di mana di negara maju sudah mencapai lebih dari 10 persen,” kata Maudy di Jakarta, Rabu (5/10).

CEO Klik Panen ini menuturkan, terkait potensi resesi ini APBN 2023 harus dijaga dengan baik oleh pemerintah. Sehingga penggunaannya berjalan efektif, dan tidak dibelanjakan untuk kegiatan yang tak perlu.

“Hal ini diperlukan demi menjaga stabilitas neraca keuangan kita, sehingga orang-orang yang hidup di bawah garis kemiskinan bisa terbantu oleh APBN 2023 lewat program-program yang buat oleh Kementerian/Lembaga terkait,” imbuhnya.

Maudy menilai, Kementrian Sosial harus mempercepat program-program Perlindungan Jaminan Sosial, Perlindungan Keluarga Harapan dan lainnya. Pasalnya Kementerian Sosial merupakan salah satu leading sector pemerataan kesejahteraan sosial di balik ramalan resesi tersebut.

Pemerintah juga harus menjaga demand dan suplai masyarakat baik di ibu kota maupun di daerah. Jika demand dan suplai tidak merata maka faktor kenaikan harga sembako dan komoditi lainnya berpotensi semakin meningkat.

“Pemerintah harus menjaga dan memberikan kepastian regulasi soal investasi apalagi tahun depan juga menjadi tahun tahun politik untuk Indonesia, pasalnya tahun politik bagi pengusaha adalah hal yang sangat rawan dan sering dihindari untuk ekspansi bisnisnya,” jelasnya.

Meskipun 2023 diramalkan mengalami resesi, pemerintah Indonesia tidak boleh pesimis. Menjadi tuan rumah Presidensi G20 harus bisa dimanfaatkan oleh pemerintah untuk memperkuat posisi ekonomi.

Apalagi 2023 mendatang Indonesia akan memimpin Asean. Pemerintah, pengusaha dan masyatakat harus bekerja sama menjalin sinergi, berkolaborasi membangun pemulihan ekonomi Indonesia.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Sabik Aji Taufan



#Antisipasi #Resesi #Pemerintah #Diminta #Bijak #Kelola #APBN

Sumber : www.jawapos.com

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *