PMI September Naik jadi 53,7, Berikut Faktor Pendorongnya

  • Share
PMI September Naik jadi 53,7, Berikut Faktor Pendorongnya

Dmarket.co.id – Peningkatan produksi dan ekspansi permintaan domestik baru mendorong naiknya purchasing manager’s index (PMI) manufaktur Indonesia pada bulan lalu. PMI manufaktur tercatat sebesar 53,7 atau naik dari 51,7 Agustus lalu. Hasil survei S&P Global menunjukkan bahwa tingkat ekspansi sektor manufaktur Indonesia pada September merupakan yang tercepat dalam delapan bulan.

“Peningkatan PMI manufaktur Indonesia kali ini juga disebabkan kemampuan industri. Antara lain adanya efisiensi karena pemanfaatan teknologi, peningkatan kemampuan SDM industri, dan kemudahan akses terhadap bahan baku,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita Selasa (4/10).

Menurut Agus, PMI manufaktur Indonesia yang kembali meningkat menunjukkan kinerja sektor industri yang semakin baik. Serta, perkembangan yang stabil.

“Aktivitas produksi berperan penting terhadap naiknya indeks, yang didukung oleh peningkatan permintaan, terutama dari dalam negeri,” tambahnya.

Agus menyebutkan, peningkatan produksi dapat dilihat pada industri elektronika, bahan galian nonlogam, serta mesin dan perlengkapan YTDL. Di industri elektronika, kenaikan terjadi pada produk laptop. Hal itu untuk memenuhi permintaan realisasi belanja pemerintah dan pemerintah pusat yang mewajibkan pembelian produk dalam negeri (PDN).

Selanjutnya, terkereknya kinerja industri bahan galian nonlogam yang meliputi produk semen, keramik, dan kaca dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan untuk kebutuhan pembangunan infrastruktur oleh pemerintah, serta properti oleh para pengembang.

S&P Global melihat adanya penurunan permintaan asing pada perusahaan-perusahaan Indonesia yang disurvei. Terkait hal itu, penurunan ekspor terjadi karena negara-negara tujuan seperti Tiongkok, Amerika Serikat, maupun negara-negara Eropa mengalami inflasi.

“Meskipun demikian, ekspor CPO dari Indonesia sudah kembali normal setelah sebelumnya belum optimal,” ujar ekonom S&P Global Market Intelligence Laura Denman.

Meski tren PMI manufaktur naik, kondisi perekonomian global yang belum stabil membuat banyak hal perlu diantisipasi pada masa depan. Ketua Komite Analis Kebijakan Ekonomi Apindo Ajib Hamdani mengatakan, ada dua hal yang harus dilakukan pemerintah untuk bisa mendorong perekonomian terus bisa tumbuh positif ketika global sedang tidak menentu.

“Pertama, untuk jangka pendek, pemerintah harus bisa menjaga daya beli masyarakat sebagai penyumbang signifikan PDB Indonesia. Kedua, untuk jangka panjang, harus ada konsistensi upaya menaikkan nilai tambah dan hilirisasi,” ujarnya.

Ajib menambahkan, pemerintah harus fokus dengan kegiatan ekonomi yang bisa menyubstitusi impor. Serta, berorientasi pada ekspor yang sudah mempunyai nilai ekonomi tinggi.

“Perekonomian tidak bisa dibiarkan bergerak dengan bebas dan sendirinya. Harus ada intervensi regulasi dari pemerintah agar perekonomian terus bergerak ke arah yang positif dan konsisten,” paparnya.

Menurut Ajib, dengan sumber daya yang ada dan konsistensi kebijakan dari pemerintah yang pro dengan pertumbuhan dan pemerataan, ekonomi Indonesia akan bertambah kuat ketika dunia dalam ancaman resesi ekonomi.

PMI MANUFAKTUR NEGARA-NEGARA ASEAN SEPTEMBER 2022

Negara | Indeks Manufaktur

Indonesia | 53,7

Malaysia | 53,5

Filipina | 52,9

Vietnam | 49,1

ASEAN overall | 53,5

Sumber: S&P Global



#PMI #September #Naik #jadi #Berikut #Faktor #Pendorongnya

Sumber : www.jawapos.com

  • Share
Exit mobile version