Berita  

Panglima Yudo Minta Prajurit Tidak Mudah Terpancing Provokasi Medsos – Dmarket.co.id

281809 01091403052023 yudoo panglimaa

Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, pada 20 Agustus 2019 mengeluarkan instruksi kepada seluruh prajurit TNI agar waspada terhadap berbagai bentuk ancaman yang dapat muncul dari dalam maupun luar negeri. Salah satu bentuk ancaman yang perlu diwaspadai adalah ancaman dari media sosial (medsos).

Seiring dengan itu, Panglima TNI AD, Jenderal TNI Andika Perkasa juga mengeluarkan arahan kepada seluruh prajurit TNI AD untuk berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Menurutnya, sebagai prajurit TNI, mereka harus tetap menjaga prinsip netralitas dan tidak berafiliasi dengan kepentingan politik tertentu.

Tidak hanya Panglima TNI, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan V (Pangkogabwilhan V) Jenderal TNI Yudo Margono juga memberikan instruksi yang sama pada seluruh prajurit di bawahnya. Panglima Yudo menekankan bahwa para prajurit TNI harus mampu membedakan informasi yang benar dan yang tidak benar, serta tidak terpancing dengan isu-isu provokatif yang beredar di media sosial.

Hal ini tidak mengherankan mengingat peranan media sosial dalam mempengaruhi opini publik semakin besar dari hari ke hari. Informasi yang beredar di media sosial bisa menjadi viral dalam waktu singkat, dan jika tidak dikelola dengan baik, bisa menimbulkan kerugian bagi institusi TNI serta mengganggu stabilitas keamanan nasional.

Oleh karena itu, mari kita simak lebih lanjut tentang arahan Panglima Yudo dalam menghadapi ancaman di media sosial.

1. Jangan Mudah Terpancing Provokasi

Panglima Yudo mengingatkan kepada seluruh prajurit TNI untuk tidak mudah terpancing dengan isu-isu yang beredar di media sosial. Terkadang, isu-isu yang beredar di media sosial tidak memiliki dasar yang kuat, dan hanya bertujuan untuk memprovokasi dan memecah belah kesatuan dan persatuan masyarakat dan negara.

Sebagai prajurit TNI, mereka harus tetap tenang dan bijaksana dalam mengambil tindakan dan keputusan, serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak memiliki kejelasan. Hal ini penting untuk menjaga netralitas TNI serta menghindari tindakan yang tidak sesuai dengan aturan dan hukum yang berlaku.

2. Cek dan Verifikasi Informasi

Sebelum menyebarluaskan informasi yang diterima, Panglima Yudo meminta para prajurit TNI untuk selalu melakukan pengecekan dan verifikasi terlebih dahulu. Hal ini penting untuk memastikan bahwa informasi yang diterima adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

Penggunaan media sosial yang bijak adalah dengan selalu mengecek sumber informasi, apakah adalah sumber yang terpercaya atau tidak. Jangan sampai informasi yang beredar di media sosial hanya berdasarkan opini atau pandangan yang tidak akurat.

3. Hindari Komentar Politik

Panglima Yudo menegaskan bahwa prajurit TNI tidak boleh terlibat dengan komentar politik di media sosial. Sebagai institusi negara, TNI harus menjaga netralitas dan tidak berafiliasi dengan kepentingan politik tertentu.

Dalam situasi apapun, prajurit TNI harus tetap menjaga profesionalitas dan tetap berpegang pada kode etik dan tanggung jawab yang diembannya sebagai prajurit negara.

4. Jaga Keharmonisan dan Kesatuan

Panglima Yudo memberikan peringatan tentang pentingnya menjaga keharmonisan dan kesatuan antara prajurit TNI dan masyarakat serta antar prajurit TNI sendiri. Dia menekankan bahwa masyarakat adalah mitra strategis dalam menjaga keamanan dan pertahanan negara.

Oleh karena itu, prajurit TNI harus selalu menjaga hubungan baik dengan masyarakat dan tidak melakukan tindakan yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa. Jangan sampai terlibat dengan penggunaan media sosial yang dapat memicu permusuhan dan kebencian antara kelompok.

5. Ikuti Prosedur yang Berlaku

Seluruh prajurit TNI harus selalu mengikuti prosedur yang berlaku dalam menggunakan media sosial. Terdapat beberapa aturan yang harus diikuti, seperti menghindari penggunaan media sosial untuk kepentingan yang melanggar aturan hukum atau bertentangan dengan etika dan moral.

Selain itu, para prajurit TNI juga harus mematuhi aturan terkait laporan informasi yang disebarkan melalui media sosial, seperti tidak menyebarkan informasi yang bersifat rahasia atau dapat membahayakan keamanan nasional.

6. Tingkatkan Literasi Digital

Terakhir, Panglima Yudo menekankan pentingnya untuk meningkatkan literasi digital prajurit TNI. Hal ini sangat penting sebagai bentuk upaya untuk menghadapi ancaman di media sosial.

Dalam era yang semakin maju dan canggih ini, literasi digital menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan. Praktik dan tren digital semakin cepat berubah, sehingga prajurit TNI harus senantiasa mengikuti perkembangan dan meningkatkan kemampuan untuk menghadapi ancaman di bidang ini.

Kesimpulan

Dalam era digital seperti sekarang, kebijakan dan arahan yang dikeluarkan oleh perwira militer untuk mewaspadai berbagai bentuk ancaman di media sosial sangatlah penting. Terutama bagi institusi TNI, mereka harus tetap tenang dan bijaksana dalam menyikapi berbagai isu yang beredar di media sosial.

Berdasarkan arahan yang dikeluarkan oleh Panglima Yudo Margono, para prajurit TNI harus memahami dengan baik bagaimana cara menggunakan media sosial dengan bijak dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang tidak jelas. Hal ini penting untuk menjaga netralitas dan profesionalitas TNI serta menjaga keamanan dan persatuan bangsa.

Original Post By Dmarket

Originally posted 2023-05-02 18:58:30.